Archive

Archive for July, 2009

Memahami Konsep Operasional UMKM

July 30th, 2009 3 comments

Posting ini saya tulis untuk memenuhi janji saya saat sosialisasi aktivitas PHKI tema C di Jurusan Sosek FP UB tanggal 28 Juli kemarin.Meski hanya berupa review singkat, karena saya percaya setiap kita telah mengenal UMKM, saya berharap posting ini akan bermanfaat terutama pada saat pelaksanaan site evaluation tanggal 3-5 Agustus nanti.

Batasan klasifikasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Industri Mikro Kecil dan Menengah (IMKM) penting untuk diketahui supaya bantuan, fasilitas maupun program yang akan diberikan oleh pemerintah atau lembaga lainnya dapat tepat pada sasaran. Buku I Kebijakan dan Stategi Umum Pengembangan Industri Kecil Menengah Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI tahun 2002, menyatakan bahwa industri mikro kecil dan menengah (IMKM) tergolong dalam batasan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pengertian dan batasan mengenai usaha mikro, kecil, dan menengah terdapat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Uraian mengenai pengertian dan batasan tersebut dapat dilihat di bawah ini:

A. Usaha Mikro

1)   Definisi Usaha Mikro

Definisi Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi Kriteria Usaha Mikro yaitu:

  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

2)   Ciri-Ciri Usaha Mikro

Ditinjau berdasarkan aspek permodalannya, Usaha Mikro berbeda dengan Usaha Kecil maupun Usaha Menengah. Adapun ciri-ciri Usaha Mikro menurut Tanjung (2008) adalah :

  • Jenis barang/komoditi usahanya tidak selalu tetap, sewaktu-waktu dapat berganti.
  • Tempat usahanya tidak selalu menetap, sewaktu-waktu dapat pindah tempat.
  • Belum melakukan administrasi keuangan yang sederhana sekalipun, dan tidak memisahkan keuangan keluarga dengan keuangan usaha.
  • Sumber daya manusianya (pengusahanya) belum memiliki jiwa wirausaha yang memadai.
  • Tingkat pendidikan rata-rata relatif sangat rendah.
  • Umumnya belum akses kepada perbankan, namun sebagian dari mereka sudah akses ke lembaga keuangan non bank.
  • Umumnya tidak memiliki izin usaha atau persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP.

Meskipun demikian, usaha mikro memiliki kelebihan sebagai berikut :

  • Perputaran usaha (turn over) cukup tinggi, kemampuannya menyerap dana yang mahal dan dalam situasi krisis ekonomi kegiatan usaha masih tetap berjalan bahkan terus berkembang.
  • Tidak sensitif terhadap suku bunga.
  • Tetap berkembang walaupun dalam situasi krisis ekonomi dan moneter.
  • Pada umumnya berkarakter jujur, ulet, lugu dan dapat menerima bimbingan asal dilakukan dengan pendekatan yang tepat.

3)   Contoh Usaha Mikro

Contoh-contoh Usaha Mikro perlu diketahui untuk memudahkan identifikasi dalam pengumpulan data di lapangan. Beberapa contoh Usaha Mikro antara lain :

  • Usaha tani pemilik dan penggarap perorangan, peternak, nelayan dan pembudidaya.
  • Industri makanan dan minuman, industri meubelair pengolahan kayu dan rotan, industri pandai besi pembuat alat-alat.
  • Usaha perdagangan seperti kaki lima serta pedagang di pasar.
  • Peternakan ayam, itik dan perikanan.
  • Usaha jasa-jasa seperti perbengkelan, salon kecantikan, ojek dan penjahit (konveksi).

B. Usaha Kecil

1)   Definisi Usaha Kecil

Definisi Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil yaitu:

  • Memiliki kekayaan lebih dari Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

2)   Ciri-Ciri Usaha Kecil

Ciri-ciri Usaha Kecil menurut Tanjung (2008), antara lain :

  • Jenis barang atau komoditi yang diusahakan umumnya sudah tidak gampang berubah.
  • Lokasi atau tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah.
  • Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha.
  • Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP.
  • Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwirausaha.
  • Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal.
  • Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning.

Selanjutnya menurut Jatmiko (2005) dikemukakan bahwa karakteristik dari Usaha Kecil pada umumnya adalah :

  • Dikelola oleh pemiliknya.
  • Modal terbatas.
  • Jumlah tenaga kerja terbatas.
  • Berbasis keluarga atau rumah tangga.
  • Lemah dalam pembukuan.
  • Manajemen usaha sangat tergantung pada pemilik.

3)   Contoh Usaha Kecil

Beberapa contoh Usaha Kecil/Industri Kecil yang ada di Indonesia antara lain :

  • Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja.
  • Pedagang di pasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya.
  • Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan.
  • Peternakan ayam, itik dan perikanan.
  • Koperasi berskala kecil.

C. Usaha Menengah

1)   Definisi Usaha Menengah

Definisi Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih dan hasil sebagai berikut :

  • Memiliki kekayaan lebih dari Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp. 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

2)   Ciri-Ciri Usaha Menengah

Secara umum ciri-ciri Usaha Menengah menurut Tanjung (2008) meliputi :

  • Umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi.
  • Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur, sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan.
  • Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dan lain sebagainya.
  • Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dan lain-lain.
  • Sudah memiliki akses terhadap sumber-sumber pendanaan perbankan.
  • Umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik.

3)   Contoh Usaha Menengah

Usaha Menengah memiliki permodalan yang lebih kuat dibandingkan Usaha Mikro dan Usaha kecil, sehingga Usaha Menengah mampu memasuki hampir seluruh sektor sebagai berikut :

  • Usaha pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan skala menengah.
  • Usaha perdagangan (grosir) termasuk ekspor dan impor.
  • Usaha jasa EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), garmen dan jasa transportasi taksi dan bus antar propinsi.
  • Usaha industri makanan dan minuman, elektronik dan logam.
  • Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan.

Secara umum pengertian UMKM adalah usaha yang memproduksi barang dan jasa yang menggunakan bahan baku utama berbasis pada pendayagunaan sumber daya alam, bakat dan karya seni tradisional dari daerah setempat. Adapun ciri-ciri UMKM meliputi :

  • Bahan baku mudah diperoleh.
  • Menggunakan teknologi sederhana sehingga mudah dilakukan alih teknologi.
  • Keterampilan dasar umumnya sudah dimiliki secara turun-temurun.
  • Bersifat padat karya atau menyerap tenaga kerja yang cukup banyak.
  • Peluang pasar cukup luas, sebagaian besar produknya terserap di pasar lokal/domestik dan tidak tertutup sebagian lainnya berpotensi untuk diekspor.
  • Beberapa komoditi tertentu memiliki ciri khas terkait dengan karya seni budaya daerah setempat.
  • Melibatkan masyarakat ekonomi lemah setempat.
  • Secara ekonomis menguntungkan.

Dikutip dari : Laporan Survei UMKM PemKab Pasuruan

 

 

Categories: Amal Ilmiah, PHKI Tags:

REFERENSI PENYUSUNAN EVALUASI DIRI

Era akuntabilitas dalam penyelenggaraan manajemen pendidikan tinggi, menyibukkan banyak pihak, termasuk kami untuk menyusun evaluasi diri yang baik. Sulit pada awalnya. Tapi bukankan setiap permulaan pasti sulit. Untuk kolega yang saat ini sedang  menyusun evaluasi diri institusi, berikut saya tautkan beberapa referensi kiat, tips, trik (apapun lah istilahnya) untuk menyusun evaluasi diri insitusi yang baik. Semoga bermanfaat!

nurturing-phki-2007

Categories: Amal Ilmiah, PHKI Tags:

Referensi PHKI tahun usulan 2009

Atas nama tim task force, saya ucapkan terimakasih atas respon yang baik dari seluruh sivitas akademika di lingkungan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian UB. Tak ada  yang lebih bisa menghapus semua rasa lelah kami selain, penerimaan dan harapan. Semoga site evaluation ini berhasil kita lalui. Berikut ini saya tautkan beberapa referensi tentang PHKI dari sumber aslinya, semoga bermanfaat untuk yang pertama kali belajar berpartisipasi.

struktur-proposal-awal-phki

panduan-phk-i-2010

panduan penulisan laporan phki

Categories: Amal Ilmiah, PHKI Tags:

PHKI: persiapan site evaluation

Mohon dukungan seluruh sivitas akademika untuk site evaluation PHKI UB tema C tanggal 3-5 Agustus 2009

Materi sosialisasi dapat diunduh di bawah ini:

sosialisasi-phki-28-juli-2009

paparan-rpjmd-kabupaten-pasuruan

Categories: Amal Ilmiah, PHKI Tags:

Tentang persahabatan

Memiliki sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Apa yang kita alami demi sahabat, terkadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menghadapkan kita pada sejumlah cobaan, namun persahabatan sejati mampu mengatasi cobaan itu dan tumbuh bersama dalam kesulitan.

Persahabatan tidak terjalin begitu saja tetapi membutuhkan proses panjang, seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat mempertajam sahabatnya

Persahabatan diwarnai oleh berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur dan disakiti, diperhatikan dan dikecewakan, didengar dan diabaikan, dibantu dan ditolak, namun semua ini tidak pernah disengaja dilakukan dengan tujuan membenci….

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena  rasa kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan jabat tangan, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan agar sahabatnya mau berubah

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha untuk menjaga kesetiaan, bukan hanya pada saat sahabat kita membutuhkan bantuan baru kita memiliki motivasi untuk memberikan perhatian, pertolongan dan simpati namun lebih menekankan inisiatif dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabat kita.

Kerinduannya akan menjadi bagian dari hidup seorang sahabat, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egois

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dihianati sahabatnya. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan, siapa yang berada di samping anda? Siapa yang mendampingi anda saat anda merasa sendiri? Siapa yang ingin bersama anda saat anda justru tak bisa memberikan apa-apa?

MEREKALAH SAHABAT ANDA!

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam masa kesengsaraan kita mengenali teman-teman kita. Sampaikan pesan persahabatan ini pada semua sahabat Anda!

Categories: Author, starts small! Tags:

AGRONIAGA: Pasar Produk Pertanian

Pada semester ganjil 2009-2010 ini saya mendapat distribusi mengajar tata niaga atau pemasaran produk pertanian. Meski menurut pendapat sebagian pakar, nama mata kuliah telah diatur sesuai nomenklatur yang berlaku tidak saja secara nasional namun bahkan internasional, saya termasuk orang yang tidak terlalu mempersoalkan hal ini. Bagi saya adalah jauh lebih penting esensi pembelajaran dan outcomes yang akan dicapai dalam prosesnya yaitu kompetensi.

Saya sudah beberapa tahun mengampu mata kuliah ini. Saat ini dengan semangat SCL (student centered learning) ada kewajiban moral yang lebih berat bagi saya terutama untuk menyediakan materi pembelajaran yang berkualitas. Tentu saja saya tidak dapat memberikan komitmen lebih dari I will do my best. Jadi mohon dimaafkan bila postingan materi pembelajaran di blog ini masih jauh dari memadai. Saya sangat berharap banyak kontributor dapat menautkan sumber pembelajaran lain yang dapat memperkaya literatur elektronik ini.

Buat mahasiswa yang kebetulan bergabung di kelas saya, kontrak kuliah dan beberapa informasi penting terkait proses belajar mengajar dapat Anda unduh di bawah ini:

kontrak-kuliah-tata niaga pertanian

materi-1 tata niaga pertanian

materi-2-tata niaga pertanian

materi-3-tata niaga pertanian

materi-4-tata niaga pertanian

materi-5-tata niaga pertanian

SOSIALISASI PHKI

PS Agribisnis tahun ini mengajukan proposal PHKI tema C bersama PS Administrasi Bisnis, PS Keteknikan Pertanian dan LPPM UB. Tema yang diusung adalah peningkatan daya saing UMKM agribisnis, berkolaborasi dengan Pemkab Pasuruan. Kabupaten Pasuruan dipilih sebagai mitra dalam Program Hibah Kompetisi berbasis Institusi tahun usulan 2009 ini mengingat track record kerjasama yang cukup panjang dengan UB, khususnya LPPM.  Saat ini proposal yang diajukan sudah sampai tahapan site evaluation, setelah dua kali lolos seleksi pra proposal dan desk evaluation proposal lengkap.

Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua. Leaflet sosialisasi khusus untuk warga PS Agribisnis dapat diunduh di bawah ini:

leaflet-phki-sosek

leaflet-sosek-color-version

Categories: Amal Ilmiah, PHKI Tags:

EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN

July 13th, 2009 6 comments

Pada semester genap 2009-2010 ini materi pembelajaran mata kuliah Ekonomi Produksi Pertanian  dapat diakses di

  1. http://tatiek.lecture.ub.ac.id dan
  2. http://lecture.ub.ac.id/dwiastuti.

Pada pertemuan perdana yang dimulai hari ini, tanggal 13 Juli 2009, akan diberikan outline perkuliahan dan beberapa aturan. Modul pertama berikut ini sudah dapat Anda download untuk dipelajari.

Materi pembelajaran 1

ekonomi-produksi-pertanian-1

modul-pembelajaran

Materi pembelajarn 2 dan 3 dirujuk dari buku Agricultural Production Economics karangan Debertin. Versi bahasa Indonesia telah saya transliterasikan dan dapat diunduh di bawah ini:

debertin2

debertin3

debertin4


Hand out materi perkuliahan EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN  dari Dr. Ir. Rini Dwiastuti, MS dapat didown load di bawah ini

Hubungan input-output: kasus 1 input variabel

max-profit-satu-input

biaya-penerimaan-profit

produksi-dg-2-input

maksimisasi-2-input

maksimisasi-terkendala

maksimisasi-terkendala-lanjutan

skala-ekonomi-elastisitas-substitusi

produksi-lebih-dr-2-input

maksimisasi-2-output

dua-output-dua-input

permintaan-input

Strategi Menentukan Profil Kompetensi Lulusan Bidang Agrokompleks

Pendidikan di bidang agrokompleks mempunyai peranan yang besar pada sistem pendidikan di Indonesia. Pengetahuan mengenai agrokompleks secara global serta pengaruhnya terhadap pasar lokal maupun internasional merupakan hal penting yang harus diketahui oleh mahasiswa. Adalah menjadi keharusan agar setiap mahasiswa bidang agrokompleks memahami bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam bidang agrokompleks merupakan strategi kunci bagi suatu bangsa untuk menjadi bangsa yang mandiri dan bermartabat, karena bidang agrokompleks berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar umat manusia yaitu pangan dan serat bahkan kebutuhan bioenergi.

Pada abad 21 peningkatan kebutuhan produksi pangan dunia dari tahun ke tahun cenderung terus meningkat. Hal ini terjadi karena pertumbuhan yang pesat dari populasi dunia. Kecenderungan ini mengakibatkan timbulnya masalah yang sangat besar dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan agrokompleks dengan kualitas lingkungan, karena pada kondisi tertentu kegiatan agrokompleks menyebabkan degradasi lingkungan. Untuk mengatasi hal ini diperlukan suatu paradigma baru dalam pendidikan agrokompleks.

Pendidikan bidang pertanian dewasa ini harus merupakan integrasi dari kegiatan agrokompleks, kualitas dan kelestarian lingkungan dan eksplorasi sumberdaya alam untuk mendukung sustainable production agriculture. Dengan demikian perubahan kurikulum pertanian pada semua tingkatan merupakan suatu keharusan. Untuk merealisasikan hal ini diperlukan suatu strategi pendidikan yang inovatif agar dapat menghubungkan berbagai aspek yang terkait. Langkah pertama adalah mengidentifikasi kecenderungan dan arah perubahan bidang pertanian yang telah terjadi maupun yang akan datang.

Lulusan bidang agrokompleks diharapkan mampu mengeksplorasi realitas isu-isu aktual seputar agro environtment. Isu-isu tersebut harus dipertimbangkan dari berbagai aspek sudut pandang, seperti keteknikan, ekonomi, sains, etika, sosial, politik praktis, estetika, sejarah dan sistemik. Untuk itu lulusan bidang agrokompleks dinilai perlu diperkenalkan pada keahlian-keahlian baru terutama dalam bidang environtmental law, environtmental economics and environmental education. Selain itu, penguasaan penggunaan instrumentasi pertanian dan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas, penerapan teknologi informasi, pengembangan pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture), kewirausahaan dan agribisnis, bioteknologi dan genetic engineering, organic farming, controlled environment agriculture, konservasi air dan lahan pertanian merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan bidang agrokompleks. Pentingnya peranan pertanian dalam strategi ketahanan nasional dewasa ini tak dapat diingkari, oleh karena itu lulusan bidang pertanian juga perlu dibekali dengan nilai-nilai kemanusiaan, seperti sosial, ekonomi, budaya dan politik.

Kurikulum yang dikembangkan diharapkan dapat mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan hasil-hasil penelitian di lapang maupun laboratorium, dalam rangka menjaga keseimbangan produksi pertanian dengan kelestarian lingkungan dan sumber-sumberdaya alam. Namun demikian karena bidang agrokompleks merupakan bidang yang sangat luas cakupannya, maka hampir tidak mungkin mengharapkan lulusan menguasai semua area ilmu secara mendalam. Untuk itu disarankan agar lulusan bidang agrokompleks mempunyai pemahaman yang luas mengenai pertanian (broad understanding of agriculture), tetapi penekanan pada life long learning competency merupakan suatu prasyarat kompetensi. Di samping itu kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, self directed learning, problem based learning, holistic/systemic approaches, self awareness dan critical reflection, open learning serta penggunaan teknologi informasi merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan profil kompetensi lulusan agar mampu bersaing.