Home > starts small! > Masih dari Diklat Penulisan Buku Ilmiah

Masih dari Diklat Penulisan Buku Ilmiah

Hari kedua diklat penulisan buku ilmiah ini semestinya tak kalah seru dari agenda kemarin karena yang datang sebagai pembicara adalah Wandi S. Brata Dirut PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, dan dari beberapa penerbit terkemuka di Indonesia. Tapi, seperti biasalah, peserta tak sebanyak kemarin. Seharusnya juga saya tak perlu berkomentar banyak, sebab ini adalah hari Minggu, jadi sangat wajar bila banyak peserta punya acara lain. Namun mengingat betapa diklat ini diakomodasi sepenuhnya oleh institusi alias gratis, saya sendiri merasa eman bila tak tuntas mengikutinya.

Dari aspek event organizer sih, memang acara diklat ini tampaknya cukup minimalis. Tak seperti acara-acara lain yang diselenggarakan di gedung rektorat, tak ada rehat kopi tertera di jadual acara hari ini. Untuk peserta hanya disediakan makan siang. Rehat kemarin juga hanya sekali untuk durasi waktu diklat hingga sekitar pukul 4. Last but not least, berarti yang hadir pagi ini adalah kelompok yang benar-benar berminat menulis.

Hal menarik dari materi presentasi Wandi S. Brata yang ingin saya bagikan pada pembaca blog saya adalah bahwa saat ini trend minat baca   juga going digital. Seperti pendapat Steve Job: “It doesn’t matter how good or bad the product is the fact is that people dont read anymore, the whole product is flawed at the top because people don’t read anymore. Kondisi ini diperparah dengan daya beli masyarakat pembaca di Indonesia yang sangat rendah.

Lupakan jika Anda ingin kaya dari menulis buku, begitu kata Pak Wandi. Menulis buku hanyalah investasi awal untuk mempersepsikan kepakaran seseorang. Artinya, karya tulis dalam bentuk buku lebih  berfungsi   membentuk brand image.

Apa itu buku bermutu? Berikut ini beberapa indikator yang dapat dijadikan acuan:

  1. Obyektif
  2. Rasional
  3. Menawarakan terobosan
  4. Positive value
  5. Instrumental terhadap idealisme
  6. Komprehensif
  7. Metodis
  8. Sistematis
  9. Koheren
  10. Visualisasi dan bahasanya sesuai dengan target pembaca.

Sedangkan kriteria buku laku menurut Pak Wandi antara lain adalah:

  1. banyak orang berkepentingan
  2. terintegrasi dengan kepentingan lain
  3. promosinya spektakuler
  4. temanya trendi, sensasional, menyentil emosi masyarakat dan ‘nyrempet bahaya’
  5. penulisnya punya komunitas
  6. distribusi merata

Dari dua kriteria di atas lantas ada 4 kuadran untuk mengkategorikan buku: buku bermutu yang laku, buku bermutu yang tidak laku, buku tak bermutu yang laku dan buku tak bermutu yang tak laku. Apakah Anda sudah menulis buku? Kira-kira jika sudah pernah menulis, termasuk kategori yang manakah buku Anda?

Categories: starts small! Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*