Home > starts small! > Oleh-Oleh dari Diklat Penulisan UB Press

Oleh-Oleh dari Diklat Penulisan UB Press

Hari Sabtu dan Minggu tanggal 10 dan 11 Oktober 2009, di Rektorat Lantai 8 diadakan Diklat Penulisan. Diklat ini mendatangkan rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof.Imam Suprayogo, peraih rekor MURI “Menulis Tanpa Jeda Selama Setahun di Website”, sebagai keynote speaker.  Beliau menyatakan bahwa kebiasaan menulis beliau berawal dari keisengan, mengisi waktu bakda subuh. Keprihatinan  tentang kurang atau tidak adanya budaya menulis di lingkungan perguruan tinggi  sudah sangat lama terasa. Pada suatu saat, ketika beliau harus memperbanyak jumlah koleksi buku untuk mencapai standar nasional perpustakaan perguruan tinggi, yang dikelolanya, mendesaknya budaya menulis buku di kalangan dosen kembali beliau rasakan, sebab buku komersial yang ada banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan Perguruan Tinggi yang bersangkutan, harganya mahal dan sebagian besar ditulis dalam bahasa asing. Akibatnya buku baru koleksi perpustakaan biasanya akan tetap baru alias tidak pernah dibaca. Selama ini belum ada kampus di Indonesia yang menerbitkan buku sendiri sejumlah 500 buku. Ada kampus yang dosennya 1500 orang,buku yang diterbitkan hanya 10-15 saja  per tahunnya.

Seloroh Prof. Imam dengan rekan beliau di Dikti secara sambil lalu menginformasikan di Indonesia ada kampus yang dosennya 1500 orang, namun buku yang diterbitkan hanya 10-15 saja  per tahunnya.  Padahal, barat kampus adalah pohon, maka buah pohon tersebut tak hanya alumni namun juga buku, jurnal dan karya tulis yang dihasilkan.

Saat ini kebijakan beliau sebagai dosen UIN adalah memberikan insentif penulisan berupa laptop pada semua dosen UIN . Setelah itu lanjut beliau, beliau lebih bebas menegur dosen yang tidak rajin menulis. Rektor UIN ini setiap bakda Subuh, menulis di blog. Yang penting itu istiqomah, begitu imbuhnya.  Ide seseorang mengalir saja, pergaulan yang tepat, buku bacaan yang baik akan mendorong orang untuk lebih kreatif. Kreativitor utama hanya Allah SWT,Allah maha kreatif, sebab sifat Allah adalah pencipta. Oleh karena itu, beliau menyarankan peserta diklat untuk rajin beribadah, bergaul dengan Allah, sehingga tertular kreativitasNYA. Selain itu hal penting lainnya adalah berupaya menjadi pengambil keputusan yang baik. Ambil dan pilih pilihan terbaik dalam segala hal. Inipun bisa menjadi sumber ilham yang tak akan pernah kering. Inkuiri, rasa ingin tahu manusia, serta semangat bertanya harus diarahkan pada hal-hal yang positip dan konstruktif. Jangan sampai membaca hal-hal yang tidak baik, itu akan menyebabkan kita tidak produktif. Jangan lupa membaca Al Qur-an, inilah sebaik-baik bahan bacaan. Segeralah menulis. Tulislah apa yang bisa Anda tulis.

Terimakasih pak, semoga saya dan teman-teman bisa mengikuti jejak Bapak.

Categories: starts small! Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*