Archive

Archive for June, 2010

WORKSHOP PENGEMBANGAN KABUPATEN BLITAR SEBAGAI PUSAT RUJUKAN ENTERPREUNERSHIP ATSIRI DI WILAYAH INDONESIA TIMUR

June 22nd, 2010 2 comments

Selasa, 22 Juni 2010 bertempat di Kantor Pemda Kabupaten Blitar diselenggarakan WORKSHOP bertema PENGEMBANGAN KABUPATEN BLITAR SEBAGAI PUSAT RUJUKAN ENTERPREUNERSHIP ATSIRI DI WILAYAH INDONESIA TIMUR. Workshop ini diselenggarakan dalam rangka sosialiasi program kolaborasi triple helix antara UB, Kabupaten Blitar dan Perum Perhutani untuk meningkatkan daya saing Patchouli Oil sebagai produk unggulan Kabupaten Blitar. Workshop ini dihadiri oleh tak kurang dari 100 orang berasal dari  berbagai kalangan yaitu Dikti, BPPTI, Perum Perhutani, LMDH, SKPD  Pemkab Blitar, DPRD Kabupaten Blitar Komisi 2, Dewan Riset Inovasi Daerah (DRID), Para Camat, Ketua Pokja Produk Unggulan, dan Tim PHKI UB serta perwakilan dari Kementrian Ristek dan Kementrian Pemuda dan Olah Raga.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Blitar memaparkan bahwa daerah Blitar kaya potensi pertanian. Dengan demikian perekonomian Kabupaten Blitar masih ditunjang oleh sektor pertanian. Meski perekonomian di Blitar tumbuh 6% per tahun namun kontribusi sektor industri dan perdagangan pada PAD tak lebih dari 28%. Hal ini diakui oleh Bupati Blitar sebagai kelemahan perekonomian di Blitar yaitu kurang berimbangnya struktur perekonomian. Dengan demikian substansi pembangunan daerah Kabupaten Blitar adalah pemberdayaan potensi dan peningkatan daya saing daerah. Untuk itu Pemkab Blitar telah merancang Program Putri Kencana (Produk Unggulan Industri Kecamatan) dengan konsep one village one product.

Selengkapnya materi workshop dapat diunduh di bawah ini:

1. Pidato Bupati Blitar

2. Keynote Speech-Dirjen Dikti

3. PRESENTASI LPPM UB

4. PRESENTASI BPPT

5.PRESENTASI RISTEK

6.PRESENTASI BAPPEDA

7.PRESENTASI DRID

8.PRESENTASI PERHUTANI

Soal Ujian Take Home Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan Pertanian

Untuk mahasiswa yang menempuh mata kuliah ekonomi pembangunan pertanian kelas C dan E dengan dosen pengampu mata kuliah:
1. Dr.Ir. Nuhfil Hanani,MS
2. Dr.Ir. Syafrial, MS
3. Tatiek Koerniawati A., SP.MP.
4. Rosihan Asmaran, SP.MP.
soal ujian take home dapat diunggah di bawah ini:

UJIAN AKHIR SEMESTER (TAKE HOME) EKONOMI PEMBANGUNAN

Catatan: untuk kelas C dan E sebagaimana telah disepakati pada kontrak perkuliahan di awal semester pada saat mengumpulkan take home exam Anda diwajibkan menghimpun seluruh portofolio proses belajar selama satu semester yang terdiri dari print out materi kuliah, catatan setiap tatap muka yang telah ditandatangani dosen, seluruh kopi makalah kelompok dan makalah perorangan, catatan dan makalah workshop. Semua dokumen portofolio tersebut dijilid bersama dengan take home exam sesuai urutan. Cover dokumen portofolio diseragamkan untuk setiap kelas (ketua kelas mohon mengkoordinasikan). Pada cover dituliskan:

DOKUMEN PORTOFOLIO

MATA KULIAH EKONOMI PEMBANGUNAN PERTANIAN

LOGO FAKULTAS PERTANIAN

NAMA DAN NIM MAHASISWA

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Seluruh dokumen portofolio untuk print out menggunakan kertas folio, dan untuk catatan yang ditulis tangan menggunakan kertas folio bergaris. Dokumen portofolio diberi daftar isi yang menjelaskan urutan materi (tidak perlu nomor halaman). Antara materi pertama, kedua, ketiga dan seterusnya diberi sekat kertas folio berwarna.

Categories: EKONOMI PEMBANGUNAN PERTANIAN Tags:

WORKSHOP ON LABORATORY MANAGEMENT

Recommendation Concerning Laboratory and Their Management
Keynote speaker: Prof. Douglas D. Archbold (Kentucky University)
Friday, June, 18th, 2910: 08.00
Meeting Room, 2nd floor, Agriculture Faculty, UB

Agenda utama workshop adalah memperoleh rujukan dan berbagi pengalaman tentang pengelolaan pengelolaan laboratorium. Dekan Fakultas Pertanian dalam opening ceremonial memaparkan bahwa Fakultas Pertanian telah menjadwalkan pembelian sejumlah peralatan laboratorium. Mengingat dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi pengelolaan laboratorium merupakan hal yang sangat krusial maka, dalam kesempatan ini, Dekan FP UB meminta sumbang saran pada nara sumber dari Universitas Kentucky.
Pada sesi pemaparan dari Prof. Douglas D.Archbold, dikemukakan bahwa pada prinsipnya pengadaan peralatan laboratorium harus tetap up to date, meski prioritas dan skenario pendanaan juga menjadi pertimbangan penting. Prof. Archbold selanjutnya menyatakan bahwa baik buruknya pengelolaan laboratorium sangat tergantung pada ‘good procedures’. Untuk itu inventarisasi dan mekanisme monev serta pelaporan teknis berkenaan dengan peralatan lab mana yang masih baik, dan yang sudah harus diganti selalu diketahui pihak manajemen. Pertimbangan pembelian dan atau penggantian peralatan laboratorium adalah keputusan bersama, mengingat cukup banyak pihak yang berkepentingan. Kurikulum, kesesuaian fasilitas laboratorium sebagai penunjang, kebutuhan riset, aspek maintenance, kapabilitas laboratorium dan dana yang tersedia saling mempengaruhi satu sama lain. Selain itu tak boleh terlupakan bahwa laboratorium tak hanya memerlukan peralatan namun juga membutuhkan bahan. Kesesuaian dan efisiensi penggunaan material penelitian hendaknya juga menjadi pertimbangan saat keputusan pembelian peralatan dilakukan.