Archive

Archive for November 19th, 2012

PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN

November 19th, 2012 No comments

Beberapa artikel di bawah ini dapat diunduh sebagai materi pengayaan untuk tatap muka pertama mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian:

PEMBANGUNAN_PERDESAAN

 

  Read more…

Categories: Author, starts small! Tags:

PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN

November 19th, 2012 No comments

Paruh semester telah diselesaikan. Disarankan mahasiswa kembali mengecek ulang Rancangan Kegiatan Pembelajaran Semester (RKPS) untuk memastikan materi perkuliahan dan bahan kajian yang sudah dan belum diberikan. Selain itumembaca kembali RKPS perlu dilakukan  untuk mulai mengevaluasi capaian learning outcome mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian.

RKPS PEP smt ganjil 2012-2013

Adapun lecture notes mata kuliah ini dapat diunduh di bawah ini:

overview TKW 1 Read more…

Dokumen Akademik tahun 2003

November 19th, 2012 No comments

Pada tahun 2003 tepatnya tanggal 28 Februari hingga 1 Maret di Widya Loka Universitas Brawijaya pernah berlangsung seminar dan lokakarya yang mendatangkan Prof. Bungaran Saragih sebagai nara sumber. Saat itu cukup banyak gagasan ditelurkan pada acara semiloka yang berlangsung. Satu prosiding telah dipublikasikan, deklarasi Perpadi pun disepakati. Saat ini di penghujung tahun 2012, kembali digelar acara seminar dengan topik yang serupa. Menjelang 10 tahun perjalanan wacana akademik sejak dirumuskan pada tahun 2003, masih banyak PR yang belum dikerjakan. Apakah agenda ketahanan pangan dengan beras sebagai tema utama akan benar-benar menjadi the unfinished problems? Sekali lagi mungkin dokumen akademik pada masa itu perlu dibuka kembali sekedar mengingatkan kita semua, menjadi evaluasi dancritical pointsetidaknya untuk kita sebagai insan akademik,ke  mana saja kita selama ini. Kontribusi menjadi hal yang paling penting dipertanyakan!

Berikut ini beberapa materi prosiding yang penting kami unggah kembali untuk menjadi kajian dan perhatian, tampaknya kita sudah cukup banyak berpikir dan berunding, sekarang tindakan menjadi satu-satunya hal yang diperlukan.

A.Suryana Semiloka Perpadi 2003

Nindyowati Semiloka Perpadi 2003 Read more…

Dokumen Akademik: KETAHANAN PANGAN

November 19th, 2012 No comments

Beras di Indonesia adalah komoditas pangan paling strategis sebab dikonsumsi oleh hampir seluruh penduduk, serta diproduksi oleh sebagian besar petani Indonesia. Karena pentingnya peran beras baik dari sisi permintaan maupun penawaran, beras telah dianggap sebagai komoditas politik. Sampai saat permasalahan dalam perberasan Indonesia dalam kondisi yang memprihatinkan. Indonesia walaupun termasuk negara produsen beras terbesar ketiga setelah China dan India, namun dalam segi impor tergolong negara pengimpor terbesar.

Sementara itu kondisi petani beras dicirikan dengan : (a) skala kecil, (b) modal terbatas, (c) teknologi sederhana, (d) sangat dipengaruhi musim, (e) wilayah pasarnya lokal, (f) umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinnya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi), (g) akses terhadap kredit, teknologi, dan pasar sangat rendah, (h) rendahnya penanganan pasca panen dan mutu produk dan (i) lemahnya posisi tawar petani.Berdasarkan kenyataan tersebut, maka kebijakan perberasan tidak saja dituntut mampu meningkatkan produksi, namun dituntut juga memperbaiki kesejahteraan petani.

Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya telah menjalin cukup banyak kerjasama di bidang ketahanan pangan, salah satunya adalah dengan Bulog. Saat ini Bulog meluncurkan program baru yaitu Bulog Onfarm. Program ini dimaksudkan untuk mengintervensi ketahanan pangan langsung pada pelaku produksi di akar rumput yaitu petani dan kelompok tani.  Sinergis dengan program-program tersebut, berbagai ihtiar para formulator kebijakan sudah sampai pada tahapan implementasi di tingkat mikro. Balitbang Kementan meluncurkan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Namun bagaimanapun semua program perlu dikaji tindak serta selalu dimonitoring pada level operasional. Begitupun berbagai wacana dan gagasan akademik ini menjadi sangat penting untuk disosialisasikan terutama kepada mahasiswa. Alasan terpenting yang melatarbelakanginya tentu saja sebab di pundak merekalah tanggung jawab memberi makan dunia kelak akan berada.

Berikut beberapa dokumen akademik yang relevan dengan tema di atas. Mahasiswa dapat mengunduh materi-materi berikut sebagailearning resources.

Kebijakan Revitalisasi Penggilingan Padi

20120704-Manajemen dan Distribusi Stok Beras BULOG

Read more…

Indikator Unsustainable Agriculture

November 19th, 2012 No comments

Perjalanan supervisi magang kerja ke TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru),  adalah salah satu perjalanan lapang tersulit tahun ini bagi saya, terutama karena medan yang sangat buruk dan jauh yang harus ditempuh. Jumlah mahasiswa Program Studi Agribisnis ada dua orang. Cukup bangga sebab masih ada mahasiswa yang punya idealisme untuk secara langsung turun lapang. Beberapa foto di bawah ini merupakan oleh-oleh perjalanan lapang dan sedikitnya dapat memberikan gambaran situasi pertanian, terkait dengan indikator pertanian yang tidak sustainable.

Laporan magang kerja yang telah dilakukan oleh mahasiswa menyatakan bahwa usahatani hortikultura yang dilakukan oleh petani setempat sama sekali tidak memperhatikan aspek konservasi lahan. Petani setempat melakukan budidaya hortikultura tanaman semusim tanpa membuat sarana prasarana pencegah erosi baik air maupun angin.

Read more…

Kemiskinan, benarkah akar masalah lingkungan?

November 19th, 2012 No comments

kemiskinan, poverty

Kemiskinan seringkali dituding sebagai akar masalah dari berbagai isu sosial yang sedang hangat diperdebatkan. Isu kemiskinan dan kelaparan bahkan menjadi salah satu agenda penting MDG’s (millenium development goals) pada abad 21 ini. Kemiskinan secara statistik terakumulasi di negara-negara sedang berkembang (LDC’s) yaitu di Asia dan Afrika. Secara lebih spesifik, mereka yang miskin hidup di pedesaan, dan bermata pencaharian sebagai petani. Pada entry point inilah kemudian konsep dan implementasi pertanian berlanjut atau sustainable agriculture menjadi penting.  Beberapa artikel di bawah ini saya pilih sebagai koleksi bacaan untuk dibagi, sebagian opini publik dalam berbagai media, sebagian saya unggah dari jurnal-jurnal online pilihan. Semoga bermanfaat.

keserakahan, kemiskinan dan kerusakan lingkungan

sumber: pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/ART03-4a.pdf 


Read more…

Categories: starts small! Tags:

Sinopsis Perjalanan Lapang: Sustainable Agriculture

November 19th, 2012 No comments

Sistem pertanian berlanjut merupakan sistem pertanian yang layak secara ekonomi dan ramah lingkungan, yang dicapai melalui optimalisasi faktor biotik dan abiotik dalam agroekosistem. Di tingkat bentang lahan pengelolaannya difokuskan pada pemanfaatan biodiversitas tanaman pertanian dalam mempertahankan pollinator, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, hidrologi (kuantitas dan kualitas air) dan mengurangi emisi karbon. Banyak macam penggunaan lahan yang tersebar di seluruh bentang lahan, yang mana komposisi dan sebarannya beragam tergantung pada beberapa faktor antara lain iklim, topografi, jenis tanah, vegetasi dan kebiasaan serta adat istiadat masyarakat yang ada disekelilingnya. Selama kuliah, mahasiswa mempelajari tentang beberapa indikator kegagalan pertanian berlanjut baik dari segi ekonomi, biofisik dan sosial. Guna meningkatkan pemahaman mahasiswa akan dasar-dasar konsep pertanian berlanjut di daerah tropis dan penerapannya di tingkat lanskap maka pengenalan pengelolaan bentang lahan yang terpadu di bentang lahan sangat perlu dilakukan.

Isu-isu tentang krisis pangan sebagai dampak levelling off produktivitas sektor pertanian sebagai penghasil pangan dewasa ini telah berkembang menjadi tidak saja krisis pangan namun mulai menampakkan efek domino hingga pada level pengambil keputusan. Berikut ini diunggah sejumlah artikel bagi para pemerhati, dan mereka yang memiliki keprihatinan sama pada keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu elemen biologis terpenting untuk menyangga kehidupan komunitas manusia di muka bumi ini.

Materi Ekonomi Lingkungan

Read more…

Asuransi Pertanian

November 19th, 2012 No comments

Konsep asuransi pertanian merupakan ide baru di negara kita, meski di banyak negara-negara pertanian yang lebih maju, konsep ini sudah diimplementasikan sangat lama. Konsep teoritis ini sebenarnya bermula dari upaya-upaya perancangan kebijakan yang secara sistematis dikontribusikan untuk memecahkan permasalahan pemasaran produk pertanian yang beresiko tinggi. Produk pertanian adalah jenis produk beresiko tinggi bila dipandang dari aspek karakteristiknya yaitu mudah rusak, voluminous dan musiman. Produksi pertanian sangat bergantung pada alam. Di bawah kondisi perubahan iklim global di mana musim tanam tidak lagi dapat dipetakan dengan tepat, resiko gagal panen menjadi semakin tinggi. Kasus-kasus meningkatnya harga cabe lebih kurang dua tahun lalu, menjadi bukti ilustratif yang mengingatkan kita pada kategori resiko ini. Belum lagi, produk pertanian harus menghadapi resiko harga pasar yang disebabkan oleh karakteristik produksinya yang musiman. Harga dipastikan akan jatuh pada musim panen raya, dan melambung tinggi pada saat paceklik atau gagal panen. berangkat dari kondisi inilah konsep asurasi pertanian dibangun.

Berikut ini saya unggah salah satu working paper yang saya tulis beberapa tahun lalu sebagai tugas presentasi pada mata kuliah analisis harga produk pertanian. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Hedging sebagai konsep asuransi produk pertanian

Read more…

Categories: starts small! Tags:

Mengenal Struktur Pasar

November 19th, 2012 No comments

Pasar memfasilitasi transfer pemilikan suatu barang atau jasa dari satu pihak ke pihak lainnya. Setiap kali pemilikan atas suatu barang atau jasa dipindahtangankan, selalu terjadi penetapan harga. Dalam analisis keseimbangan pasar dikenal konsep harga keseimbangan yang memungkinkan unit marginal produk terakhir yang dipasok ke pasar dijual pada level yang sama dengan kesediaan konsumen untuk membayarnya. Solusi keseimbangan semacam ini hanya dapat dicapai pada kondisi pasar persaingan murni dan atau sempurna. Namun demikian kondisi pasar persaingan murni atau sempurna ini mensyaratkan sejumlah asumsi yang sangat ketat. Dengan kata lain konsep pasar persaingan murni atau sempurna merupakan gambaran ideal bekerjanya mekanisme pasar. Akan tetapi dalam kondisi riil, struktur pasar khususnya pasar produk-produk pertanian tidak berlangsung di bawah asumsi persaingan sempurna. Oleh karena itu selain struktur pasar persaingan sempurna dikenal beberapa struktur pasar lainnya yaitu monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Monopoli dan monopsoni merupakan struktur pasar yang sangat dekat dengan gambaran umum pasar produk-produk pertanian masaran formal yang menangani produk-produk ekspor atau secara langsung dijual pada industri pengolah bahan pangan. Dalam pasar semacam ini, sebelum sampai ke konsumen akhir produk pertanian ditransformasikan melalui teknik-teknik prosesing industri pangan. Dengan demikian permintaan langsung terhadap produk-produk pertanian berasal tidak saja dari permintaan rumahtangga namun terutama dari berbagai perusahaan dan industri serta organisasi pemasaran formal sebagaimana tersebut di atas.

Pada umumnya dalam analisis pasar diasumsikan terjadi transaksi langsung antara produsen (petani) dengan konsumen akhir bahan pangan. Kasus ini masih dapat dijumpai di negara-negara ke tiga, namun sejalan dengan transformasi pertanian subsisten menjadi agroindustri proporsi produk pertanian yang dijual dengan cara langsung semakin kecil. Sebagian besar produk pertanian dijual pada pedagang besar dan  organisasi-organisasi pemasaran formal yang menangani produk-produk ekspor atau secara langsung dijual pada industri pengolah bahan pangan. Dalam pasar semacam ini, sebelum sampai ke konsumen akhir produk pertanian ditransformasikan melalui teknik-teknik prosesing industri pangan. Dengan demikian permintaan langsung terhadap produk-produk pertanian berasal tidak saja dari permintaan rumahtangga namun terutama dari berbagai perusahaan dan industri serta organisasi pemasaran formal sebagaimana tersebut di atas.

 Untuk dapat memahami struktur pasar bagi produk-produk pertanian mula-mula akan dikemukakan beberapa konsep dasar dalam struktur pasar persaingan dilanjutkan dengan konsep struktur pasar spesifik yang lebih mendekati karakteristik struktural pasar produk-produk pertanian dan bahan pangan. Mahasiswa disarankan membuka kembali catatan kuliah pada mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian untuk memberikan review singkat konsep permintaan dan penawaran produk pertanian dan teori struktur pasar.

Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags:

LECTURE NOTE 4

November 19th, 2012 No comments

Karakteristik harga produk pertanian khususnya yang dipasarkan dalam bentuk fresh product dipengaruhi dalam banyak hal oleh karakteristik produk pertanian sebagaimana telah dipelajari pada bahan kajian sebelumnya. Namun pasar bukan obyek yang steril dari pengaruh eksternal. Pasar modern dalam kondisi yang telah berkembang dewasa ini, berperilaku sangat kompleks. Sebagaimana para ekonom meyakini, pasar telah berkembang dari terminologi fisik menjadi bentuk-bentuk yang beragam dan lebih substantif. Pasar adalah bertemunya kekuatan permintaan dan penawaran.Untuk itu  penting bagi mahasiswa S1 Program Studi Agribisnis untuk mempelajari prinsip-prinsip teoritis permintaan dan penawaran produk pertanian, sebelum mengkaji secara mendalam perilaku harga produk pertanian.

bab 4 Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags: