Home > starts small! > Belajar (Bukan) Mission Impossible !

Belajar (Bukan) Mission Impossible !

Totalitas proses belajar mengajar ibarat mission impossible untuk setiap pelakunya. Ini adalah persoalan melakukan ‘hal-hal yang tak mungkin’. Ini tentang menembus batas bernama ketidakmungkinan, ketidakbisaan menuju “Aku Tahu, Aku Mau, Aku Bisa!” Keseluruhan proses  ini akan mendorong kita semua sebagai insan pembelajar, untuk menikmati petualangan besar dan gelombang rasa ingin tahu dan  ingin bisa! Pelan tapi pasti, pembiasaan perilaku belajar yang benar akan menggeser nilai akhir sebagai ouput proses belajar. Tentu, sebab pembelajar sepanjang hayat meyakini benar tak ada akhir dalam proses yang berlangsung hingga hembusan nafas terakhir. Nilai, hanya terminal. Nilai hasil belajar, ibarat begitu banyak stasiun, terminal atau pelabuhan yang kita singgahi dalam sebuah perjalanan panjang. Semangat ini yang menjadi alasan saya untuk tidak pernah memberikan persentase dominan penilaian akhir perkuliahan semester pada ujian akhir. Seringkali bahkan tugas dan praktikum secara proporsional menjadi kontributor signifikan hingga dua kali lipat dibandingkan nilai ujian akhir. Konsep penting pertama: belajar adalah proses. Deskripsi singkat ini secara implisit menyampaikan pesan bahwa belajar tidak mengenal batas waktu, usia, dan kategori lain. Belajar dipandang sebagai proses multidimensional, bisa searah, bisa dua arah, bisa multi arah dan melibatkan banyak pelaku. Demikian juga, tak ada keharusan belajar harus serius dan khusyuk, karena belajar juga bisa dilakukan sambil guyon dan bercanda, belajar tidak harus di kelas karena bisa saja prosesnya terjadi sambil minum kopi, berdiskusi dan berdebat dengan teman-teman tentang suatu topik.

Learning outcome dewasa ini selalu menjadi tujuan terpenting dari setiap proses rancang bangun kurikulum dan penetapan rancangan perkuliahan. Namun demikian learning outcome tak pernah menjadi harga mati bagi proses belajar sepanjang hayat.  Pengalaman belajar saya pribadi seluruhnya adalah hal yang saya rasakan dan jalani sebagai sesuatu yang luar biasa. Catatan ini mengawali post di tahun 2017. Studi saya menyelesaikan gelar doktor tak juga kunjung selesai. Meski banyak menuai kritik dan himbauan untuk melakukan berbagai breakthrough dan percepatan, saya tidak merasakan semua itu sebagai sebuah tekanan. Kritik saya terima sebagai saran dan dorongan atas nama kemajuan. Di sela kesibukan, pencarian, perjuangan panjang dan banyak proses yang melelahkan, menulis dan blogging semacam ini sungguh menjadi penghiburan.

Seharusnya semangat aku bisa dan tidak akan menyerah, terus mengilhami saya dan Anda.

Categories: starts small! Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*