PRANALA ILMU

November 20th, 2012 Leave a comment Go to comments

Pembangunan pendidikan merupakan proses pembangunan masyarakat ekonomi. Critical mass yang dapat dicapai dalam pembangunan pendidikan akan meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang diperlukan dalam proses produksi dan distribusi sehingga akan memberikan sumbangan pada peningkatan kesejahteraan penduduk (Boediono,1996). Dari perspektif ini, pendidikan  adalah sebuah investasi, tepatnya investasi sumberdaya manusia (SDM).

Dalam era globalisasi ini dunia pendidikan mendapat tantangan untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang diharapkan mampu berperan secara global. Pengaruh globalisasi dicirikan oleh adanya aliran manusia, informasi, teknologi, modal dan gagasan serta pencitraan. Keadaan ini mempengaruhi perubahan nilai kehidupan masyarakat, perubahan tuntutan dunia kerja terhadap lulusan, sehingga diperlukan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu, teknologi dan seni, dunia kerja, profesi, serta pengembangan kepribadian dengan ciri khas kebudayaannya masing-masing.

Saat ini terjadi perubahan kurikulum perguruan tinggi di Indonesia yaitu dari yang semula menitikberatkan pada pemecahan masalah internal perguruan tinggi dengan target penguasaan pada ilmu pengetahuan dan teknologi (SK Mendiknas no. 056/U/1994), sekarang menekankan pada proses pendidikan yang mengacu pada konteks kebudayaan dan pengembangan manusia secara komprehensif dan universal dengan target  menghasilkan lulusan yang berkebudayaan dan mampu berperan di dunia internasional.

Hal-hal yang mendasari dan mendorong dilakukan perubahan orientasi kurikulum dan luaran perguruan tinggi antara lain adalah sebagai berikut: (1) adanya kurikulum yang disarankan oleh UNESCO (The International Comission on Education for the 21st Century) agar lulusan mempunyai kemampuan belajar sepanjang hayat (life long learning). Kemampuan ini dapat dicapai apabila didukung oleh empat pilar kemampuan yaitu learning to know, learning to do, learning to be and learning to live together, (2) adanya persyaratan yang dituntut dari dunia kerja yaitu penguasaan pengetahuan dan keterampilan (melakukan analisis & sintesis, penguasaan teknologi informasi, kemampuan berkomunikasi dan keterampilan minimal dalam dua bahasa), sikap (kepemimpinan dan bekerja dalam grup) dan pengenalan sikap terhadap pekerjaan terkait (terlatih dalam etika kerja, memaknai globalisasi, fleksibel terhadap pilihan pekerjaan), (3) adanya usaha penyepadanan terhadap persyaratan kerja, belajar sepanjang hayat, kurikulum inti dan institusional.

Rambu-rambu kurikulum baru yang lebih adaptif pada kondisi di atas kemudian ditetapkan dan dituangkan dalam SK Mendiknas Non 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik yang kemudian dilengkapi dalam SK Mendiknas No.045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi menggantikan SK Mendiknas No. 056/U/1994. Semula kurikulum Pendidikan Tinggi disebut sebagai kurikulum  berbasis isi (KBI), kemudian beralih menjadi kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Semangat dari SK Mendiknas No. 232/U/2000 adalah memberikan keleluasaan dan kebebasan berkreasi bagi setiap perguruan tinggi dalam mengembangkan kurikulum sesuai minat dan potensi masing-masing. Setiap perguruan tinggi dapat mengeksplorasi potensi yang dimiliki menjadi yang terbaik dan melampaui standar mutu yang diinginkan.

2009-07-03, pk.10:26:51

Universitas Brawijaya sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkemuka di Jawa Timur, sebagaimana anggota komunitas intelektual lain, tak mungkin dapat mengisolasi kelangsungan hidup akademiknya dari berbagai perubahan. Tentu tak ada perubahan tanpa proses pembelajaran, maka atas nama keabadian perubahan dan semangat belajar sepanjang hayat, reorientasi paradigma pendidikan yang  diimplementasikan dalam reformulasi kurikulum UB menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan sistem pembelajaran Student Centered Learning harus disambut dengan pikiran dan perasaan terbuka, bagaimanapun sulitnya.

Dalam tulisan-tulisan berikut ini, saya mengajak Anda belajar bersama untuk menginisiasi proses perubahan besar yang sedang menanti. Saya percaya, UB bisa!

Proses Penyusunan KBK

30 Oktober 2012:

Kurang lebih satu bulan lagi masa tugas saya sebagai sekretaris program studi akan selesai. Pengalaman yang cukup melelahkan sekaligus menyenangkan sebab terbukti memberikan banyak sekali peluang untuk belajar. Beberapa file dapat saya bagikan melalui blog ini. Harapan saya tentu hanya satu: kontribusi. Siapa tahu, Anda pun dapat memetik manfaatnya.

Salah satu aspek KBK adalah soft skill. Tentang tema ini saya memiliki satu koleksi file materi ceramah Prof. Suhardjono yang sangat menginspirasi. Anda dapat mengunduhnya di bawah ini:

01 Suhardjono – Softskill Unibraw

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.
CAPTCHA Image
*