Archive

Author Archive

Mengenal Struktur Pasar

November 19th, 2012 No comments

Pasar memfasilitasi transfer pemilikan suatu barang atau jasa dari satu pihak ke pihak lainnya. Setiap kali pemilikan atas suatu barang atau jasa dipindahtangankan, selalu terjadi penetapan harga. Dalam analisis keseimbangan pasar dikenal konsep harga keseimbangan yang memungkinkan unit marginal produk terakhir yang dipasok ke pasar dijual pada level yang sama dengan kesediaan konsumen untuk membayarnya. Solusi keseimbangan semacam ini hanya dapat dicapai pada kondisi pasar persaingan murni dan atau sempurna. Namun demikian kondisi pasar persaingan murni atau sempurna ini mensyaratkan sejumlah asumsi yang sangat ketat. Dengan kata lain konsep pasar persaingan murni atau sempurna merupakan gambaran ideal bekerjanya mekanisme pasar. Akan tetapi dalam kondisi riil, struktur pasar khususnya pasar produk-produk pertanian tidak berlangsung di bawah asumsi persaingan sempurna. Oleh karena itu selain struktur pasar persaingan sempurna dikenal beberapa struktur pasar lainnya yaitu monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Monopoli dan monopsoni merupakan struktur pasar yang sangat dekat dengan gambaran umum pasar produk-produk pertanian masaran formal yang menangani produk-produk ekspor atau secara langsung dijual pada industri pengolah bahan pangan. Dalam pasar semacam ini, sebelum sampai ke konsumen akhir produk pertanian ditransformasikan melalui teknik-teknik prosesing industri pangan. Dengan demikian permintaan langsung terhadap produk-produk pertanian berasal tidak saja dari permintaan rumahtangga namun terutama dari berbagai perusahaan dan industri serta organisasi pemasaran formal sebagaimana tersebut di atas.

Pada umumnya dalam analisis pasar diasumsikan terjadi transaksi langsung antara produsen (petani) dengan konsumen akhir bahan pangan. Kasus ini masih dapat dijumpai di negara-negara ke tiga, namun sejalan dengan transformasi pertanian subsisten menjadi agroindustri proporsi produk pertanian yang dijual dengan cara langsung semakin kecil. Sebagian besar produk pertanian dijual pada pedagang besar dan  organisasi-organisasi pemasaran formal yang menangani produk-produk ekspor atau secara langsung dijual pada industri pengolah bahan pangan. Dalam pasar semacam ini, sebelum sampai ke konsumen akhir produk pertanian ditransformasikan melalui teknik-teknik prosesing industri pangan. Dengan demikian permintaan langsung terhadap produk-produk pertanian berasal tidak saja dari permintaan rumahtangga namun terutama dari berbagai perusahaan dan industri serta organisasi pemasaran formal sebagaimana tersebut di atas.

 Untuk dapat memahami struktur pasar bagi produk-produk pertanian mula-mula akan dikemukakan beberapa konsep dasar dalam struktur pasar persaingan dilanjutkan dengan konsep struktur pasar spesifik yang lebih mendekati karakteristik struktural pasar produk-produk pertanian dan bahan pangan. Mahasiswa disarankan membuka kembali catatan kuliah pada mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian untuk memberikan review singkat konsep permintaan dan penawaran produk pertanian dan teori struktur pasar.

Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags:

LECTURE NOTES 3

November 18th, 2012 No comments

Lembaga dan saluran pemasaran merupakan dua konsep teoritis berikutnya yang harus dipelajari dalam mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian (PHP). Kembali pada kasus komoditas tebu. Upaya pemberdayaan petani tebu telah banyak dilakukan. Namun berbagai kebijakan yang telah diimplementasikan tak kunjung membuahkan hasil yang menggembirakan. Pemilikan lahan yang sempit oleh petani gurem, menjadi penyebab rendahnya produktivitas dan rendahnya adopsi inovasi teknik budidaya tebu, terutama yang memerlukan banyak biaya. Kajian yang lebih mendalam dalam banyak penelitian menyimpulkan bahwa petani gurem masih banyak terjebak pada lembaga dan saluran pemasaran yang panjang, di mana posisi tawar mereka sangat lemah. Petani gurem umumnya menyerahkan panen tebu untuk dikelola kelompok tani dan koperasi. Meski peran kelompok tani, asosiasi dan koperasi dalam pemasaran hasil panen tebu, namun tidak dapat dipungkiri dalam praktek pemasaran hasil panen tebu oleh lembaga-lembaga tersebut masih terdapat ketidaksetaraan dan belum tercapai fair trade. Materi berikut dapat menjadi entrypointuntuk memahami permasalahan seputar pemasaran produk pertanian

bab3 Read more…

Categories: starts small! Tags:

LECTURE NOTE 2

November 13th, 2012 No comments

Pada lecture note kedua yang saya unggah di bawah ini, dapat dipelajari beberapa pendekatan dalam mempelajari aspek pemasaran dalam pertanian. Sebagai salah satu contoh adalah pendekatan komoditas. Marilah kita pilih satu komoditas pertanian sebagai kasus: tebu dan gula. Tebu adalah commercial crops, ditanam oleh petani dengan mengikuti pola permintaan turunan (derived demand function) sebab tebu adalah bahan baku utama gula pasir. Tebu bukan tanaman pangan, artinya hasil panen tebu harus dijual. Pilihan petani tebu adalah menjualnya ke pabrik gula (PG) atau ke pabrik gula merah tradisional. Dari aspek produksi, tebu merupakan sub sistem on farm yang terdistegrasi vertikal dengan agroindustri pengolahnya yaitu PG. PG memiliki pabrik gula sebagai aset. Di sisi lain petani memiliki lahan dan tenaga kerja sebagai sumberdaya produktif potensial. Cukup kompleks permasalahan tebu, sebab 80 persen PG di Indonesia berlokasi di pulau Jawa di mana lahan merupakan kendala utama pengembangan sektor pertanian. Dilaporkan secara statistik, pemilikan lahan tebu oleh petani adalah sangat kecil. Kecilnya lahan, minimnya modal usahatani, dan struktur agroindustri yang tidak terintegrasi secara vertikal menempatkan permasalahan pemasaran hasil panen tebu sebagai jantung permasalahan utama penyebab keterpurukan pergulaan Indonesia, yang hingga saat ini belum mampu berswasembada. Kiranya wacana akademik dan berbagai diskusi dapat dikembangkan dari materi ini. Sebagai dasar teori materi lecture note berikut dapat diunduh.

bab2 Read more…

LECTURE NOTE 1

November 13th, 2012 No comments

Lecture note berikut dapat diunduh sebagai materi pembelajaran pertama pada mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian. Sebagaimana telah didiskusikan pada post lain pada kategori Ilmu Amaliah, sub kategori Agroniaga sangat penting dipahami ruang lingkup bahan kajian pada mata kuliah ini. Mengingat keluasan dan kedalaman bahan kajian yang harus dipelajari selama satu semester, mahasiswa diharapkan dapat secara serius memperkaya learning resource. Pada post-post berikutnya saya akan tautkan beberapa link penting yang dapat diakses sebagai learning resources.

bab1 Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags:

PEMASARAN HASIL PERTANIAN

November 12th, 2012 No comments

Pemasaran Hasil Pertanian merupakan salah satu mata kuliah dalam kurikulum pra KBK yang tetap dipertahankan. Mata kuliah ini secara resmi dikelola oleh Laboratorium Ekonomi Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian FP UB. Sebelumnya selain mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian kurikulum lama juga menawarkan mata kuliah Manajemen Pemasaran (Marketing Management). Pendekatan pemasaran hasil pertanian dari aspek bahan kajian lebih banyak difokuskan pada produk pertanian yang dipasarkan dalam bentuk fresh product. Fresh agriculture product, sebagaimana banyak dicitrakan baik secara teoritik maupun empirik, merupakan produk yang memiliki cukup banyak kelemahan, di antaranya mudah rusak alias mudah busuk. Tanpa penangangan dan pengolahan pasca panen yang tepat hampir semua produk pertanian tidak dapat disimpan lama. Kelemahan yang lain adalah produk ini bersifat voluminous. Kita dapat membayangkan perhiasan emas seharga Rp 10 juta tentunya dapat diwujudkan sebagai seuntai kalung atau sebentuk cincin permata. Produk pertanian, katakanlah salak seharga Rp 10 juta, sebagai perbandingan tentu tidak dapat disimpan dalam safe deposit box atau diselipkan di jari manis. Perlu gudang untuk menyimpan buah salak seharga Rp 10 juta. Hal ini berarti biaya simpan, belum lagi biaya-biaya lain yang harus dialokasikan selama buah salak tersebut belum dikonsumsi. Produk pertanian secara umum dikenal sebagai produk musiman. Hal ini terkait dengan proses biologis sebagai aktivitas produksi pertanian. Dampaknya adalah terjadinya fluktuasi jumlah dan harga musiman di pasar produk pertanian. Pemasaran hasil pertanian dengan demikian menjadi bidang kajian yang sangat kompleks.

Marketing management di sisi lain, mempelajari aspek pemasaran dari sisi yang berbeda. Fokus kajian lebih ditekankan pada upaya-upaya mengelola pasar produk pertanian melalui marketing mix. Marketing management menurut pendapat saya memiliki area kajian yang lebih luas, sebab tidak saja dapat diimplementasikan pada fresh agriculture product namun termasuk processed agriculutre product. Dari pisang hingga menjadi keripik pisang, dan pisang olahan lain sampai pada konsumen terentang mata rantai yang sungguh panjang dengan banyak pelaku pada setiap level nilai tambah yang dihasilkan.

Pada titik ini, pertanian lebih sesuai dipotret dengan pendekatan sistem agribisnis, yang sebagaimana diketahui terdiri dari setidaknya empat sub sistem yaitu agroindustri hulu, on farm sub system, agroindustri hilir dan sub sistem penunjang (termasuk di dalam sub sistem ini pemasaran pertanian).

Erat kaitannya dengan kedalaman dan keluasan bahan kajian pemasaran hasil pertanian, 3 sks terasa tidak cukup untuk membidik semua learning outcome yang harus dikuasai oleh lulusan Program Studi Agribisnis. Namun sekali lagi, dengan 144 jumlah total sks yang harus diselesaikan pada level strata 1, cukup merepotkan bila bahan kajian ini harus diselenggarakan dalam mata kuliah yang berbeda. Selain itu aspek pemasaran agribisnis seharusnya menjadi mata kuliah integrasi dengan bahan kajian lintas laboratorium. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat memiliki perspektif yang lengkap baik ekonomi pertanian maupun manajemen agribisnis berikut aspek policy yang tak dapat dipisahkan dari praktek pasar. Read more…

Categories: AGRONIAGA, starts small! Tags:

SEMINAR NASIONAL DAN TEMU ALUMNI FPUB 2012

November 11th, 2012 No comments

Rangkaian acara Dies Natalis FPUB yang ke 52 tahun ini mengagendakan seminar nasional dan temu alumni.  Acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan setiap Dies Natalis. Topik seminar tahun ini adalah Rumah Pangan Lestari dalam Perspektif Ketahanan dan Kemandirian Pangan Keluarga. Bertempat di Gedung  Widya Loka Jumat 9 November 2012, seminar nasional dibuka pukul 08.30 oleh Dekan FP UB. Tampil sebagai nara sumber pada seminar nasional ini:

1. Dr.Ir. Haryono, MSc. Kepala Badang Litbang Pertanian yang menyampaikan makalah berjudul Model Kawasan Rumah Pangan Lestari: Upaya Mencapai Ketahanan Pangan Keluarga dan Pola Pangah Harapan tahun 2014

2. Dr.Ir. Suhardi, MSc. Ketua DPD HKTI Yogyakarta membawakan makalah berjudul Komitmen Kinerja Kebijakan Nasional terhadap Pembangunan Ketahanan  Pangan di Indonesia

3. Dr. Ir.Rachmat Pambudy (Pemerhati Pertanian dan Dosen Pasca Sarjana IPB) menyampaikan materi tentang Membangun Model Kelembagaan Agribisnis menuju Ketahanan Pangan Nasional

4. BKP Jatim membawakan materi Model Optimasi Pemanfaatan Sumberdaya Lahan dalam Memperkokoh Ketahanan Pangan

5. Prof. Dr. Ir.Nuhfil Hanani, MS menyampaikan Konsep Ketahanan Pangan Nasional Menuju Pertanian Berlanjut

Tema Rumah Pangan Lestari menawarkan sudut pandang yang sedikit berbeda atas wacana akademik ketahanan pangan yang umumnya dianalisis dari aspek makro dan meso. Rumah Pangan Lestari (RPL) menguatkan aspek mikro pangan, dengan mencoba menempatkan rumahtangga sebagai pelaku utama dalam sistem ketahanan pangan nasional. Hal ini sesuai dengan pernyataan Presiden RI pada Konferensi Dewan Ketahanan Pangan (JICC, Oktober 2010) yang menegaskan bahwa :

1. Ketahanan pangan dimulai dari rumahtangga

2. Pemanfaatan pekarangan merupakan entry point strategis membangun ketahanan dan kemandirian pangan rumahtangga

Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari dikembangkan berdasarkan prinsip ketahanan pangan rumahtangga, diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal dan konservasi biodiversitas lokal. Read more…

Quick Literature Review

October 30th, 2012 No comments

Cukup menyenangkan memperoleh kesempatan belajar kembali.  Refreshment, atau menurut istilah Dale Carnegie: mengasah gergaji. Sibuk sebagai lecturer lazimnya membuat kita lupa untuk menjadi long life learner!

Berikut ada beberapa artikel lama yang saya rasa masih relevan kita diskusikan. Selamat bergabung!

Teori Pertumbuhan Abramovitz

Prof. Ratya  mengambil bahan kajian teori pertumbuhan di awal perkuliahan makro ekonomi lanjut. Merujuk pada seri sinopsis ekonomi makro karya Boediono, saya masih mengingat logical framework yang paling mudah diingat.

Makro ekonomi adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian dari perspektif agregat. Ada dua persoalan makro ekonomi yang dihadapi semua bangsa di dunia:

1. masalah jangka pendek: inflasi, unemployment dan ketimpangan neraca pembayaran

2. masalah jangka panjang: pertumbuhan ekonomi.

Tentu kita sepakat, bahwa permasalahan ekonomi makro berperspektif jangka panjang akan sangat tergantung pada apakah permasalahan makro jangka pendek sudah teratasi. Read more…

Widyaloka: 29 Oktober 2012

October 29th, 2012 No comments

Usai upacara Sumpah Pemuda, saya diagendakan mengisi kuliah umum di Widyaloka khusus angkatan 2009 bersama Sekjur Sosek dan Dr. Widodo. Meski diselenggarakan pada saat pelaksanaan ujian tengah semester, mahasiswa masih terlihat antusias. Jelasnya, PD I dan kami  semua menginginkan angkatan 2009 dapat menyelesaikan masa studi tepat waktu dengan IPK yang baik. Dengan status A  akreditasi BAN PT yang telah kami peroleh tiba saatnya ekspansi. Bapak Dekan berkenan membuka kuliah umum ini, dengan pesan khusus tentang ‘rendemen’ (begitu istilah beliau untuk mengistilahkan persentase lulusan tepat waktu yang dapat mengikuti wisuda 8 semester). Pro dan kontra tidak pernah surut seputar isu pemerataan akses yang untuk sementara kalangan petinggi diinterpretasi sebagai penambahan kuota mahasiswa dan isu penjaminan mutu kualitas produk manajerial di Perguruan Tinggi khususnya UB. Sebagaimana PT terkemuka lainnya, UB tengah bersibuk diri dengan akreditasi institusi, baik BAN PT maupun ISO 2001. Bagi kami yang sampai saat ini masih menjadi ujung tombak, kami harus berhadapan langsung dengan mahasiswa dengan semua kepentingannya. Waktu, akumulasi energi, intensitas dan kualitas layanan kami jelas dipertaruhkan. Mereka adalah calon lulusan yang begitu dekat dengan eksekusi komunitas Asian tahun 2015. Daya saing lulusan lebih bermakna kualitas. Siapkah mereka? Saya pribadi melihat semua proses ini seperti proses produksi  telenovela kejar tayang, jatuh bangun mengejar ketertinggalan. Namun demikian di atas segalanya kita harus tetap bergerak, menyongsong perubahan di mana kita berada tepat di tengah-tengah pusaran arusnya. Jadi sejauh yang kami mampu tangani, di sinilah kami saat ini. Berusaha bernegosiasi di atas sekian kepentingan yang saling bersaing. Upaya percepatan kelulusan mahasiswa Prodi Agribisnis, kami rancang dengan mengintegrasikan perkuliahan Metodologi Penelitian di semester VI dengan kegiatan magang dan skripsi . Ini semua mungkin, kami telah mencobanya. Meski belum sempurna output yang kami peroleh, setidaknya kami sudah menjajal sistemnya. Semoga pada setiap angkatan selalu ada continuous improvement…. Read more…

Categories: Agenda Kerja, Seminar, starts small! Tags:

Kinerja bidang penelitian

October 28th, 2012 No comments

Tahun 2012 setidaknya ada 1 proposal yang sempat saya susun sebagai anggota peneliti, semoga berhasil lolos seleksi. Selain itu ada beberapa penelitian kerjasama di mana saya dilibatkan sebagai anggota. Ada beberapa karya yang dimuat pada prosiding seminar internasional dan di jurnal internal. Tema-tema aktual yang saat ini banyak diminati di bidang penelitian antara lain:

1. Sustainable agriculture, dan isu-isu agriculture environment

2. Ketahanan dan keamanan pangan

3. Isu-isu terkait implementasi MDG’s terkait: rawan pangan, kemiskinan dan pengarusutamaan gender

4. Entry point kebijakan yang memberikan peta sinergitas antara pengarusutamaan gender dan kemiskinan di level mikro dengan ketahanan pangan, alternatif income generating unit rumahtangga miskin, serta isu-isu investasi sumberdaya manusia Read more…

Categories: Agenda Kerja Tags:

Capaian Kinerja 2012

October 28th, 2012 No comments

Dharma Pendidikan:

1. Final drafting modul Ekonomi Produksi Pertanian versi Distance Learning

2. Pengelolaan magang kerja tahun ke 2 untuk angkatan 2009

3. Penataan organisasi asisten mata kuliah

4. Pengembangan sistem pembelajaran

a. inventarisasi Rancangan Kegiatan Pembelajaran Semester (RKPS) prodi Agribisnis

b. evaluasi buku pedoman akademik dan non perkuliahan

c. manajemen data base: khusus untuk review manajemen, pembakuan notulensi rapat

d. evaluasi pengelolaan magang kerja

5.Studi lanjut ke jenjang Doktor

Things have to be done:

1. Inventarisasi dan sinkronisasi dokumen Gugus Jaminan Mutu (GJM) di bidang akademik

2. Analisis management review

3. Penyelesaian buku ajar Ekonomi Pertanian, Ekonomi Pembangunan Pertanian dan Pemasaran Hasil Pertanian

4. Drafting laporan pertanggungjawaban sekretaris Prodi (sebelum mengundurkan diri karena studi lanjut S3)

5. Penyelesaian pelaksanaan magang kerja tahun 2008 dan laporan pertanggungjawaban (sebelum mengundurkan diri karena studi lanjut S3)

  Read more…

Categories: Agenda Kerja, Author, starts small! Tags:

Evaluasi Kinerja Dosen

October 21st, 2012 No comments

Evaluasi kinerja dosen (EKD) tahun ini telah efektif diintegrasikan dalam sistem online yaitu SIADO. Berikut adalah dokumen portofolio kinerja di bidang penelitian:

1. Semester ganjil 2011-2012

a. Menulis satu judul dalam buku Pertanian Berkelanjutan Berbasis Padi Melalui Jembatan SRI (System of Rice Intensification)

bukti dokumen: SRI

b. Menulis 1 artikel dalam jurnal Agrise klik http://agrise.ub.ac.id/vol_xi_3_2011_1.html

2. Semester genap 2011-2012

a. Menulis satu judul artikel dalam prosiding Seminar Internasional: Environmental, Socio-Economic and Health Impacts of Artisanal and Small Sacle Mining di University of Brawijaya, Indonesia 7-8-2012

naskah artikel prosiding,sertifikat,jadwal,cover

b. menulis 2 artikel dalam jurnal Agrise klik http://agrise.ub.ac.id/vol_xii_1_2012.html

c. menulis 2 artikel dalam prosiding Lokakarya Nasional Pengakuan Studi Wanita sebagai Bidang Ilmu

Proceeding Lokakarya Nasional Pengakuan Studi Wanita Sebagai Bidang Ilmu

Portofolio di bidang pengabdian masyarakat :

1. Semester ganjil 2011/2012

Menulis karya pengabdian yang digunakan sebagai modul pembelajaran pada mata kuliah Rancangan Usaha Agribisnis sekaligus berkontribusi sebagai editor modul tersebut

dokumen pendukung: Modul Rancangan Usaha Agribisnis

2. Semester genap 2011/2012

Menulis karya pengabdian yang digunakan sebagai modul pembelajaran pada mata kuliah Ekonomi Produksi Pertanian

dokumen pendukung: Cover Ekonomi Produksi Pertanian,RKPS FINAL, contoh modul modul 1 Read more…

Categories: starts small! Tags:

EKONOMI PERTANIAN KONTEMPORER: saat mahasiswa baru kami mulai membangun pemahamannya

October 19th, 2012 No comments

Berada dalam tim dosen pengampu mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian, saya harus mengeksplorasi cabang ilmu ini setiap semester sebab perkuliahan diberikan pada semester 1 bagi mahasiswa Program Studi Agribisnis dan semester 4 bagi mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi. Sebagai mata kuliah pengantar tentunya mata kuliah ini memiliki kewajiban membuka wawasan mahasiswa tentang ekonomi pertanian. Mahasiswa kami, yang menjadi putra almamater setelah Fakultas Pertanian direorganisasi menjadi hanya dua program studi berada tepat di tengah kontroversi tentang apakah Indonesia saat ini membutuhkan lulusan S1 yang generalis atau spesialis. Fakta bahwa menjadi spesialis tanpa expertise membuat alumnus kita tertatih di dunia kerja yang tak banyak memberikan peluang, mendorong kita mengevaluasi beberapa keputusan yang di masa lampau telah melahirkan beberapa fakultas baru di lingkungan fakultas-fakultas agrokompleks.

Di kelas Pengantar Ekonomi Pertanian, semua latar belakang dan isu-isu penting haruslah dikemas sedemikian rupa sehingga esensi ekonomi pertanian dapat menginfiltrasi tidak melulu pada aspek kognitif, namun terlebih pada aspek psikomotorik. Lalu beberapa pertanyaan dari buku Pengantar Ekonomi Pertanian lama karangan Prof. Mubyarto, terbitan LP3ES saya coba lempar. Mengapa perkembangan jenis ternak di daerah Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya tidak sebaik di wilayah lain di Indonesia, khususnya daerah Nusa Tenggara? Meski pertanyaan ini sederhana, namun jawaban yang benar bisa jadi sangatlah ekletik. Setidaknya meminta mahasiswa menyadari satu hal: betapa mereka semua belajar sangat parsial selama ini. Bahwa perkembangan populasi ternak membutuhkan pasokan pakan yang cukup seharusnya menjadi titik awal mereka membangun argumentasi. Dan bahwa ternak besar berkaki empat, tentu tak lepas sepenuhnya dari penyakit hewan menular yang berbahaya. Sampai di sini, mereka harus mengingat-ingat beberapa materi dari pelajaran Biologi yang pernah dipelajarinya di SMP atau SMA. Selanjutnya pemetaan wilayah perlu dilakukan, mereka harus tahu sedikitnya geografi dan setidaknya kategori iklim dalam kaitannya dengan posisi astronomis dan geologis. Dari pengetahuan dasar itu mereka akan menyadari bahwa Sumatera, Kalimantan, Irian Jaya adalah wilayah yang memiliki tropical rain forrest terbesar di Indonesia. Rumput sebagai pakan ternak jelas tak dapat tumbuh optimal di bawah tajuk pohon-pohon besar yang bertaut di pedalaman belantara Indonesia. Belum lagi penyakit hewan menular seperti scabies, fasciola hepatica, botulisme, dsb akan sangat leluasa berkembang. Sedikit pemahaman biologi diperlukan di sini.

Sejauh ini, saya termasuk salah satu yang percaya bahwa motivasi dan minat belajar adalah hal terpenting yang menjadi kunci sukses belajar di perguruan tinggi. Semoga informasi  yang saya bawakan meski sedikit dapat menginspirasi mereka untuk mencintai bidang ini secara profesional. Hasilnya akan segera dievaluasi pada ujian tengah semester yang direncanakan untuk berlangsung mulai minggu depan. Read more…

Categories: starts small! Tags:

Catatan Perjalanan Lapang: Overview

September 22nd, 2012 No comments

Puslit Koka  Jember, bagi saya telah mampu tampil dengan pencitraan publik yang mengesankan. Kantor yang bersih dan modern, unit laboratorium yang canggih, kinerja yang baik sesuai dengan Standard Operational Procedure tampak telah menjadi komitmen institusi ini. Tahun lalu mahasiswa Prodi Agribisnis yang berminat melaksanakan magang kerja di Puslit Koka tidak sebanyak tahun ini. Saat itu, Puslit Koka menugaskan Dr. Surip sebagai pembimbing lapang. Saya sempat berdiskusi langsung pada kesempatan supervisi tahun lalu. Dari beliau pulalah, saya pada awalnya mengenal langsung profil institusi ini. Tak kurang kontribusi Puslit Koka telah mencakup seluruh sub sistem agribisnis. Saat ini di Puslit Koka mahasiswa kita dapat belajar dan berlatih kerja di laboratorium agronomi, lab hama dan penyaki koka, lab tanah dan unit agroindustri hilir yang mengolah kopi dan kakao (koka) menjadi beragam final produk.

Tentang kopi, selalu saya coba membuat perbandingan ilustratif antara potensi kopi specialty Indonesia dan value added yang dinikmati Starbucks dalam bentuk profit. Semoga pertanyaan saya ini, dapat menginspirasi mereka, atau setidaknya mengingatkan mereka untuk mulai menaruh perhatian lebih serius pada upaya-upaya peningkatan value added produk pertanian Indonesia, khususnya kopi. Tentang kakao cerita yang berkembang tidak kalah unik. Theobroma Cacao, ditanam di Indonesia, namun kita lebih mengenal Swiss sebagai negara produsen chocolate bar yang sangat lezat. Padahal dengan sedikit saja investasi dan sentuhan teknologi penanganan dan pengolahan pasca panen, koka dapat memberikan keuntungan berlimpah bagi negara kita.

Kakao dan kopi olahan Puslit Kakao sudah saatnya keluar dari skala laboratorium untuk segera menjajaki peluang komersial yang masih sangat terbuka.

Read more…

Catatan perjalanan lapang

September 21st, 2012 No comments

Supervisi magang kerja mahasiswa tahun ini, saya masih ditugaskan berangkat ke area Jember, Bondowoso dan Situbondo. Ada beberapa mitra magang lama yang harus saya kunjungi kembali namun banyak juga mitra-mitra baru yang sangat potensial. Berangkat Senin 17 September 2012 setelah Audit Mutu Internal oleh PJM UB, mengakhirkan perjalanan kami di Hotel Cendrawasih Jember pada hampir jam 9 malam. Berdua dengan bu Riyanti, perjalanan supervisi saya kali ini, dimulai ke Kebun Renteng, dan dilanjutkan ke Puslit Kopi dan Kakao. Dari dua titik supervisi, kami kembali ke penginapan setelah makan siang karena bu Riyanti harus pulang kembali ke Malang sebab keesokan harinya ada jadwal mengajar ke UB Kediri. Sore hari perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Benih Citra Asia.  Beberapa catatan yang saya tuliskan saya share melalui post-post berikut. Semoga menginspirasi, mengingat betapa sesungguhnya catatan perjalanan lapang ini sangat beragam.

Puslit Koka Jember

Supervisi, magang kerja, puslit koka, Jember

Read more…

Catatan perjalanan lapang

Magang kerja tahun 2012 sudah berlangsung. Kali ini ada banyak hal berbeda yang kami harapkan merupakan perbaikan dari pelaksanaan magang kerja tahun lalu. Cukup banyak yang dapat dilakukan, meski tentu saja masih lebih banyak kendala yang harus dihadapi untuk mencapai kondisi ideal. Magang kerja sendiri memperoleh respon yang beragam dari stakeholder. Sebagian dari mitra magang kerja menyatakan penyelenggaraan magang kerja selama lebih kurang tiga bulan terlampau lama, sementara tak kurang yang menyatakan durasi magang kerja selama 3 bulan itu cukup ideal.
MAGANG KERJA 2011 Read more…

Categories: starts small! Tags: