Archive

Archive for the ‘KBK’ Category

Protected: Antara Evaluasi Kurikulum, Penetapan Learning Outcome dan KKNI

November 21st, 2012 Enter your password to view comments.

This post is password protected. To view it please enter your password below:

Kurikulum Berbasis Kompetensi: proses inisiasi!

August 18th, 2009 No comments

UB’s Guest House: 15 Agustus 2009

Hari ini tim KBK FP UB berkesempatan jumpa lagi dengan Pak Endro Tomo. Beliau tetap langsing dan bersahaja. Saya kagum pada beliau karena banyak hal, terutama karena ketenangan dan kedalaman pola pikirnya. Tentu seperti yang saya duga sebelumnya, workshop kurikulum kali inipun masih kental diwarnai perdebatan dan kritik. Bagi saya sendiri perubahan kurikulum dan semua masalah yang ditimbulkan tak banyak memberikan ruang untuk berargumen. Sederhana saja, draft dokumen kurikulum yang sudah diSK menjadi tugas kami, bisa tuntas. Kami merasa sudah bekerja keras, cerdas dan ikhlas,tapi  rasanya pekerjaan ini tak pernah tuntas… (Bekerja keras, wong sudah luamaa sekali, dengan skedul kerja lembur yang gak bisa lagi dihitung jari; bekerja cerdas… lha wong demi KBK kami harus banyak baca dan belajar; kerja ikhlas, wong lebih banyak agenda kerja di luar scheme honor…… Sediiihhhh sekali rasanya menanti kapan proses ini bisa happy ending!)

Saya berangkat dari rumah ke Workshop Kurikulum yang digelar FP UB hanya dengan satu doa: tugas yang diamanahkan pada saya bisa selesai hari ini. Jadi, tentu saja saya mulai kecewa, sedikit emosi ketika mencermati betapa sulitnya critical opinion forum dibangun.

Akhir cerita, pukul 16 lebih, Pak Endro memberikan closing untuk evaluasi proses penataan KBK yang sudah kami rintis sejak dua tahun lalu. Tak seperti biasanya, beliau memutarkan satu klip pendek untuk kami. Mungkin klip film tersebut disuntingnya sendiri. Film pendek berdurasi sekitar dua menit itu, bercerita tentang 4 batang lilin yang putus asa: Lilin pertama bernama PERUBAHAN; lilin kedua bernama IMAN; lilin ketiga bernama CINTA. Ketiga lilin pertama itu padam karena rasa kecewa. Namun lilin keempat, yang karena merasa harus tetap menyala demi menenangkan seorang anak yang takut pada kegelapan, berkata:”Jangan takut, aku akan tetap menyala untukmu, dan selama aku -HARAPAN- tetap menyala, engkau masih bisa menyalakan ketiga lilin lainnya!”

Diam-diam saya menangis, haru! Pesan ini sangat mengena di hati saya. Ketika terkadang rasa lelah menyerang tanpa rasa kasihan. Betapa sulitnya memaknai sebuah perubahan. Betapa besarnya kendala mengubah sebuah paradigma. Tapi seperti kata Pak Endro, perubahan itu sendiri akan abadi…

Belajar adalah berubah! Berubah itu abadi! Maka kita harus belajar sepanjang hayat! Tak hanya untuk to know, tetapi lebih untuk to be, to learn more, and to live together! Seandainya, guru-guru besar kami seluruhnya berkenan menghadiri workshop kemarin, dan tetap berbesar hati untuk tetap tinggal hingga penghujung acara, hingga segenap opini diwacanakan, sampai kesimpulan dibacakan:mungkin membangun kesepahaman akan lebih mudah. Tersentak aku tersadar, mungkin sebagi seorang maha guru (karena kami ini gurunya mahasiswa), kebiasaan berbicara saat mengajar, membuat kami kehilangan kemampuan untuk mendengar dan  menyimak.

Suatu hari nanti saya  percaya akan tiba masanya kita semua sampai ke ujung doa! Harapan ini  masih menyala! Join UB, be the best!

TATIEK KOERNIAWATI ANDAJANI, SP.MP.

Program Studi Agribisnis  FP UB

Learning How to Learn

Sukses belajar di Perguruan Tinggi sangat tergantung pada banyak determinan. Selain kesehatan, kecerdasan, penguasaan dasar pendidikan yang baik, hal penting lain yang justru berperan sangat signifikan adalah motivasi belajar dan penguasaan metode belajar yang efektif dan efisien. Belajar secara efektif dapat diartikan sebagai proses belajar dengan menggunakan kuantifikasi dan kualifikasi input belajar tertentu untuk mencapai output pembelajaran yang maksimal. Sedangkan belajar secara efisien diartikan sebagai upaya pencapaian output belajar yang maksimal melalui minimalisasi pemanfaatan input belajar.

Beberapa tulisan singkat berisi tips & trik belajar efektif dan efisien di Perguruan Tinggi dapat dibaca pada posting berikut ini

manajemen proses belajar

Categories: Amal Ilmiah, KBK Tags:

Strategi Menentukan Profil Kompetensi Lulusan Bidang Agrokompleks

Pendidikan di bidang agrokompleks mempunyai peranan yang besar pada sistem pendidikan di Indonesia. Pengetahuan mengenai agrokompleks secara global serta pengaruhnya terhadap pasar lokal maupun internasional merupakan hal penting yang harus diketahui oleh mahasiswa. Adalah menjadi keharusan agar setiap mahasiswa bidang agrokompleks memahami bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam bidang agrokompleks merupakan strategi kunci bagi suatu bangsa untuk menjadi bangsa yang mandiri dan bermartabat, karena bidang agrokompleks berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar umat manusia yaitu pangan dan serat bahkan kebutuhan bioenergi.

Pada abad 21 peningkatan kebutuhan produksi pangan dunia dari tahun ke tahun cenderung terus meningkat. Hal ini terjadi karena pertumbuhan yang pesat dari populasi dunia. Kecenderungan ini mengakibatkan timbulnya masalah yang sangat besar dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan agrokompleks dengan kualitas lingkungan, karena pada kondisi tertentu kegiatan agrokompleks menyebabkan degradasi lingkungan. Untuk mengatasi hal ini diperlukan suatu paradigma baru dalam pendidikan agrokompleks.

Pendidikan bidang pertanian dewasa ini harus merupakan integrasi dari kegiatan agrokompleks, kualitas dan kelestarian lingkungan dan eksplorasi sumberdaya alam untuk mendukung sustainable production agriculture. Dengan demikian perubahan kurikulum pertanian pada semua tingkatan merupakan suatu keharusan. Untuk merealisasikan hal ini diperlukan suatu strategi pendidikan yang inovatif agar dapat menghubungkan berbagai aspek yang terkait. Langkah pertama adalah mengidentifikasi kecenderungan dan arah perubahan bidang pertanian yang telah terjadi maupun yang akan datang.

Lulusan bidang agrokompleks diharapkan mampu mengeksplorasi realitas isu-isu aktual seputar agro environtment. Isu-isu tersebut harus dipertimbangkan dari berbagai aspek sudut pandang, seperti keteknikan, ekonomi, sains, etika, sosial, politik praktis, estetika, sejarah dan sistemik. Untuk itu lulusan bidang agrokompleks dinilai perlu diperkenalkan pada keahlian-keahlian baru terutama dalam bidang environtmental law, environtmental economics and environmental education. Selain itu, penguasaan penggunaan instrumentasi pertanian dan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas, penerapan teknologi informasi, pengembangan pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture), kewirausahaan dan agribisnis, bioteknologi dan genetic engineering, organic farming, controlled environment agriculture, konservasi air dan lahan pertanian merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan bidang agrokompleks. Pentingnya peranan pertanian dalam strategi ketahanan nasional dewasa ini tak dapat diingkari, oleh karena itu lulusan bidang pertanian juga perlu dibekali dengan nilai-nilai kemanusiaan, seperti sosial, ekonomi, budaya dan politik.

Kurikulum yang dikembangkan diharapkan dapat mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan hasil-hasil penelitian di lapang maupun laboratorium, dalam rangka menjaga keseimbangan produksi pertanian dengan kelestarian lingkungan dan sumber-sumberdaya alam. Namun demikian karena bidang agrokompleks merupakan bidang yang sangat luas cakupannya, maka hampir tidak mungkin mengharapkan lulusan menguasai semua area ilmu secara mendalam. Untuk itu disarankan agar lulusan bidang agrokompleks mempunyai pemahaman yang luas mengenai pertanian (broad understanding of agriculture), tetapi penekanan pada life long learning competency merupakan suatu prasyarat kompetensi. Di samping itu kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, self directed learning, problem based learning, holistic/systemic approaches, self awareness dan critical reflection, open learning serta penggunaan teknologi informasi merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan profil kompetensi lulusan agar mampu bersaing.

Re: Membangun Profil Sarjana Agribisnis

Profil lulusan Program Studi Agribisnis yang relevan berdasarkan klasifikasi peluang kerja, antara lain:

  1. Kuadran 1 (be employed): manajer dan praktisi atau operator di bidang agribisnis, birokrat (PNS, perancang kebijakan, dsb), akademisi (pendidik, peneliti, pengkaji, konsultan, pelatih, dsb), fasilitator pengembangan agribisnis (pengurus LSM atau bentuk organisasi lain, koperasi, perbankan, dsb)
  2. Kuadran 2 (self employed): pengrajin agribisnis (misalnya: pe-bonsai, pengrajin kriya berbahan baku limbah pertanian, dsb), pengamat dan penulis di bidang agribisnis
  3. Kuadran 3 (business owner): wirausaha agribisnis, ekspor impor, pemilik institusi keuangan yang menyediakan jasa permodalan agribisnis, dsb
  4. kuadran 4 (investor): investor di bidang agribisis

Profil sarjana agribisnis versi Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) tahun 2007 tidak berbeda jauh dengan profil di atas yaitu:

  1. Planner-Designer
  2. Field Manager-Organizer
  3. Evaluator-Assesor
  4. Inovator-Komunikator
  5. Adaptor-Kooperator
  6. Inisiator-Kreator
  7. Mediator-Fasilitator
Categories: Amal Ilmiah, KBK, starts small! Tags:

MEMBANGUN PROFIL SARJANA AGRIBISNIS

Profil lulusan adalah jawaban atas pertanyaan: lulusan seperti apa yang akan dihasilkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UB. Dengan kata lain profil lulusan merujuk pada peran yang diharapkan bisa dilakukan oleh alumnus. Peran ini mungkin merupakan suatu profesi, jenis pekerjaan khusus atau bentuk kerja yang bisa digunakan dalam beberapa bidang yang lebih umum.


Categories: Amal Ilmiah, KBK, starts small! Tags: