Archive

Archive for the ‘Ilmu Amaliah’ Category

Kolaborasi Tri Dharma: peluang tanpa batas dan tantangan zona nyaman

March 20th, 2015 No comments

175570085442753077pqDtbZbscGunung Bromo masih memberikan kesan mendalam pada diri saya. Ketertarikan saya dimulai tahun 2012 saat melakukan supervisi magang kerja mahasiswa ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Sempat mampir ke Ranu Regulo, mengunjungi konservasi bunga Edelweiss. Jalan yang harus ditempuh sungguh panjang dan berliku. Licin karena guyuran hujan, sebagian besar makadam atau jalan batu, sebagian kecil jalanan aspal yang telah rusak. TNBTS berada di empat wilayah administratif. Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan dan Probolinggo. Ini memberikan firasat kurang baik, karena umumnya suatu hal yang meminta kolaborasi integratif sebagai wujud kebijakan di Indonesia sangat sulit dilakukan. Firasat saya tidak salah. Alasan bagi saya klasik adanya. Pembiayaan, otoritas dsb. Tak penting karena hati dan panggilan saya tertarik ke sini.

Ada banyak cerita yang ingin saya bagi lewat blog ini. Tentu saja ini semua hanya bagian dari komitmen pribadi. Mungkin saya hanyalah satu dari ribuan penyaksi yang tersentuh oleh kisah Bromo. Exotic view nya, erupsi sikliknya, hutannya, masyarakat Tengger dengan pasirnya yang berbisik. Absolutely beautiful !

Perlahan, by process.. saya percaya tulisan yang baik tak akan pernah dapat lahir dalam ketergesa-gesaan. Begitupun menunggu semua hal sempurna untuk melakukannya tak akan membuat saya segera membuahkan karya. Read more…

MIKRO EKONOMI UNTUK AGRIBISNIS

February 13th, 2014 No comments

Pada semester genap tahun ajaran 2013-2014 saya tidak mendapat tugas mengajar ekonomi mikro. Meski demikian, saya tetap berkomitmen untuk turut mengembangkan materi pembelajaran dan bahan kajian. Setidaknya dalam blog ini saya share materi pembelajaran yang  telah disusun oleh tim dosen pengampu mata kuliah. Anda dapat  mengunduh materi pembelajaran ekonomi mikro pada page lecture notes, sub page ekonomi mikro sebagaimana tertera pada kepala halaman blog ini.

Ekonomi mikro adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari pengambilan keputusan ekonomi oleh unit analisis individual. Dalam agribisnis, banyak keputusan manajerial yang harus diambil dalam konteks analisis individual. Oleh karena itu ekonomi mikro diberikan sebagai salah satu bahan kajian penting bagi pencapaian kompetensi utama kurikulum Program Studi Agribisnis.

Read more…

Perkuliahan Ekonomi Produksi Pertanian Semester Genap 2012-2013

February 23rd, 2013 No comments

Bunga Kopi Arabika1Materi perkuliahan untuk mata kuliah Ekonomi Produksi Pertanian telah cukup lengkap diunggah di e-learning. Mahasiswa diwajibkan untuk mengunduh materi-materi perkuliahan tersebut. Secara umum, materi perkuliahan pada paruh semester pertama (sebelum UTS) dikembangkan berdasarkan buku teks karya David L Debertin dengan pendekatan grafis-matematis. Oleh karena itu bekal awal penguasaan matematika ekonomi dan ekonomi mikro akan sangat membantu proses belajar.

Beberapa pakar ekonomi menganalogikan produksi sebagai black box. Sejauh yang kita ketahui, black box adalah salah satu perangkat dari mesin pesawat terbang yang selalu dicari-cari sebagai barang bukti bila ada insiden kecelakaan pesawat terbang. Black box menyimpan informasi penting yang relevan. Informasi tersebut lazimnya merupakan data tentang detik-detik peristiwa menjelang kejatuhan sebuah pesawat terbang. Black box juga dikenal sebagai properti tukang sulap atau magician. Kita tidak pernah bisa menebak dengan pasti apa yang akan keluar dari kotak hitam sang pesulap. Apakah saputangan warna-warni, atau kelinci, merpati, balon, bunga… Semua tergantung pada selera sang pesulap. Demikian pula proses produksi. Dari input atau bahan mentah yang sama, misalnya tepung terigu telur, minyak, gula dan pisang, seseorang bisa membuat pisang goreng, sementara yang lain mengolahnya menjadi kue pisang molen, bolu pisang, atau dadar gulung isi pisang. Semua tergantung pada formula produksi atau resep yang digunakan untuk mengolahnya. Dengan analogi yang sama, kita dapat memahami bagaimana proses produksi pertanian juga merupakan misteri kotak hitam.

Beragam produk pertanian dikembangkan di Indonesia. Sebagai negara dengan biodiversitas terbesar di dunia, Indonesia kaya potensi pertanian. Tak dapat dipungkiri, peran pertanian dalam perekonomian Indonesia masih sangat dominan. Meski demikian, dalam beberapa dekade, pertanian Indonesia hanya mengalami pertumbuhan tanpa perkembangan yang berarti. Produktivitas berbagai komoditas pertanian yang dibudidayakan di Indonesia telah menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Sayang bahwa surplus produksi pertanian yang telah dihasilkan tidak mendorong diferensiasi fungsional dalam produksi pertanian. Indonesia hingga saat ini masih lebih banyak mengekspor biji coklat fermentasi meski sudah ada upay mengembangkan produk dalam bentuk coklat bubuk, pasta coklat ,chocolate coating, bahkan chocolate bar dan 3 in 1 coklat krimer.

Meskipun bagaimana stragegi product development bukan merupakan bahan kajian ekonomi produksi pertanian, banyak penelitian membuktikan bahwa kelemahan pada sistem produksi onfarm merupakan salah satu penyebab rendahnya nilai tambah yang diperoleh petani dan komunitas pertanian Indonesia pada umumnya.  Sebagai contoh kasus komoditas kopi. Indonesia dikenal sebagai produsen kopi spesialti termasyhur di dunia.  Tak terhitung ragam kopi spesialti yang sudah dikenal pasar internasional, seperti kopi luwak, kopi bali dancer, kopi Sidikalang, kopi Toraja dsb. Namun hingga saat ini petani kopi Indonesia belum menikmati nilai tambah tambah yang layak dari totalitas rantai nilai produk kopi yang mungkin diciptakan. Konon penyebabnya adalah lemahnya implementasi good agriculture practices yang selanjutnya dituding sebagai alasan di balik rendahnya kualitas komoditas pertanian Indonesia.

Indonesia adalah negara tropis, dengan potensi pertanian yang luar biasa. Akan tetapi gambaran  ini tidak seindah warna aslinya. Di Indonesia kita mengenal dua karakter sistem produksi onfarm yang antagonistik yaitu perusahaan pertanian dan pertanian rakyat atau pertanian tradisional berskala kecil. Disebut sebagai pertanian rakyat berskala kecil sebab petani memiliki lahan yang sangat sempit, lemah dari aspek permodalan, informasi dan akses pasar. Kondisi ini memaksa mereka bertani apa adanya, jauh dari apa yang diistilahan sebagai good agriculture praktices.

imagesSingkat kata, sebagai unit produksi biologis primer, pertanian memiliki banyak permasalahan yang kompleks. Hal -hal inilah yang lebih kurang akan dipelajari dalam satu semester ke depan. Modul perkuliahan Ekonomi Produksi Pertanian saya upload pada page lecture note, Anda dapat klik Ekonomi Produksi Pertanian Read more…

TUTORIAL EKONOMI PEMBANGUNAN PERTANIAN: Alih Fungsi Lahan Pertanian

February 19th, 2013 No comments

Tutorial mata  kuliah ekonomi pembangunan pertanian hingga saat ini masih belum disepakati oleh tim teaching. Namun demikian, khusus untuk kelas yang saya ampu bersama ibu Ir. Hesti Rukmiati Wijaya, PhD. semua materi perkuliahan dan rancangan tugas yang harus Anda kerjakan baik secara individual maupun berkelompok dapat Anda akses dari lecture blog ini. Berikut ini materi tutorial bertema sumberdaya lahan.

Di Indonesia pada umumnya dan di Provinsi Jawa Timur khususnya, masalah alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian adalah masalah yang sangat serius. Agenda agraria di Indonesia hampir tidak pernah menjadi prioritas. Di saat negara-negara lain di kawasan Asia sudah lama menetapkan kebijakan pembangunan perumahan secara vertikal, Indonesia masih memungkinkan pengembangan properti perumahan secara horisontal. Hingga saat ini hampir tak terbayangkan berapa ribu hektar lahan kelas A yang berubah menjadi padang golf, resor dan perumahan elit.

Sumberdaya lahan adalah salah satu sumberdaya alam yang jumlahnya tetap dan cenderung menyusut. Di bawah kondisi tekanan penduduk yang semakin besar, laju peningkatan kebutuhan pangan meroket dengan besaran yang tak terbayangkan. Bagaimana pemenuhan kebutuhan pangan ini diselenggarakan? Salah satu tutorial kita akan mengambil temadiskusi alih fungsi lahan. Silahkan mempelajari referensi berikut sebagai bahan diskusi.

resume 

regulasi

konflik lahan perkebunan;

reforma agraria;

Land Reform, Income Redistribution, and AgrProd in Korea sdh

 

 

 

 

Ekonomi Mikro: Semester Genap 2012-2013

February 15th, 2013 No comments

Mikro ekonomi diajarkan pada mahasiswa program studi Agribisnis semester 2. Mata kuliah ini berbobot 3 sks. Untuk kelas C sesuai dengan kesepakatan, setiap minggu mahasiswa diminta menyusun catatan kuliah yang dilengkapi dengan mind map. Catatan ini akan diperiksa setiap minggu oleh dosen dengan membubuhkan tanggal periksa dan paraf. Untuk itu semua mahasiswa diharapkan membeli snelhecter (sama untuk satu kelas) dan kertas folio bergaris. Catatan akan dikembalikan kepada mahasiswa.

Selanjutnya untuk kelengkapan proses belajar mengajar laboratorium Ekonomi Pertanian telah mencetak modul perkuliahan, Anda disarankan membeli di jurusan Sosek FP UB (hubungi pak Topan atau pak Arifin). Selain materi pembelajaran yang telah dituangkan dalam modul, melalui blog ini mahasiswa dapat mengunduh materi-materi tambahan yang dapat digunakan sebagai referensi.

a. Pendahuluan

b. Permintaan & Penawaran

Materi 1 dan 2 merupakan ppt team teaching yang disusun oleh  Dr. Ir. Rini Dwiastuti, MS dan Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani. Diharapkan materi ini seragam untuk seluruh kelas paralel. Sedangkan untuk kelas C ada referensi tambahan berikut tugas kelas yang harus dikumpulkan sesuai rancangan tugas yang diberikan sebagai materi tutorial dan praktikum.

Modul 1 Mikro Ekonomi TKW

 

 

 

  Read more…

PERKULIAHAN EKONOMI PEMBANGUNAN PERTANIAN

February 13th, 2013 No comments

DSC01336

Perkuliahan Ekonomi Pembangunan Pertanian semester genap tahun 2012-2013 telah dimulai sejak 11 Februari 2013. Sesuai jadwal saya mengampu tiga kelas. Sebagaimana telah  disepakati saat tatap muka 1, seluruh informasi perkuliahan, penyampaian tugas, kegiatan tutorial dan praktikum dilakukan secara online melalui blog saya www.tatiek.lecture. ub.ac.id.

Berikut ini adalah RPKPS Ekonomi Pembangunan Pertanian, khusus untuk kelas saya ampu bersama ibu Hesti Wijaya.

RKPS EPP SMT GENAP 2012-2013

  Read more…

UB Menuju World Class Entrepreunerial University

December 22nd, 2012 No comments

Banyak opini saat gagasan tentang UB sebagai world class entrepreunerial university pertama kalinya dicanangkan. Sebagian besar mencibir pada awalnya. Tampaknya masih sulit memahami bagaimana sebuah perguruan tinggi berevolusi meraih citra diri yang terdengar komersial di telinga awam. Sejumlah spekulasi segera beredar. Sebagian skeptis, sebagian apatis, sebagian lain sangat optimistik. Mereka yang secara langsung terlibat pada pengembangan inkubator bisnis termasuk dalam kategori ketiga. Mereka langsung mengambil posisi proaktif. Respon terdepan inipun menuai hasil berkilau. Model inkubator bisnis UB termasuk salah satu yang selalu menjadi rujukan universitas lain. Dirjen Dikti pun acung jempol.

Saya sendiri termasuk civitas akademika yang memilih bersikap skeptis. Satu alasan utama saya adalah saya berangkat dari pemahaman bahwa membangun entrepreunerial university, tak sebatas mengganti logo institusi dengan menempatkan globe di dalamnya bersanding dengan logo Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit atau membangun gedung inkubator bisnis yang megah di kawasan jalan Veteran. Visi menjadi Entrepreunersial University adalah fungsi dari entrepreunerial corporate culture. Budaya korporat yang berorientasi pada kewirausahaan tak mungkin dibangun tanpa reyasa sosial yang revolusioner bernama entrepreunerial mindset.  Sebagaimana kita insyafi bersama membangun pola pikir, mengubah kultur dan perilaku tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Sebuah bisnis yang baik,tidak dibangun dalam sehari. Dari titik ini menuju world class entrepreunerial university terasa sungguh di luar jangkauan kita untuk meraihnya. Namun, marilah kita coba gali dari sudut pandang yang berbeda. Asian Economic Community (AEC) sebagai perwujudan AFTA pada tahun 2015 dapat diartikan sebagai invasi besar-besaran tenaga kerja terampil dari negara-negara maju di kawasan Asia. Jujur saya katakan persaingan ini tidak berimbang. Untuk merespon hal ini, satu alternatif lain bagi lulusan UB harus ditawarkan. Sudah saatnya bersiap untuk bergerak di kuadran II dan III Robert Kiyosaki, yakni menjadi self employed dan business owner. Dengan kata lain, peluang alternatif ini bernama entrepreunership.

Sebagai salah satu pengajar di fakultas pertanian, sebagai salah satu warga UB, saya tak dapat lari dari semua arus perubahan ini. Pilihannya adalah mencoba beradaptasi secepat mungkin, sebaik mungkin dengan tingkat resiko dan biaya seminimal mungkin (mengadopsi istilah bisnis: better, faster dan cheaper). Berikut ini beberapa tulisan yang saya turunkan khusus untuk berbagi opini dengan Anda semua. Read more…

PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN

November 19th, 2012 No comments

Paruh semester telah diselesaikan. Disarankan mahasiswa kembali mengecek ulang Rancangan Kegiatan Pembelajaran Semester (RKPS) untuk memastikan materi perkuliahan dan bahan kajian yang sudah dan belum diberikan. Selain itumembaca kembali RKPS perlu dilakukan  untuk mulai mengevaluasi capaian learning outcome mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian.

RKPS PEP smt ganjil 2012-2013

Adapun lecture notes mata kuliah ini dapat diunduh di bawah ini:

overview TKW 1 Read more…

Dokumen Akademik: KETAHANAN PANGAN

November 19th, 2012 No comments

Beras di Indonesia adalah komoditas pangan paling strategis sebab dikonsumsi oleh hampir seluruh penduduk, serta diproduksi oleh sebagian besar petani Indonesia. Karena pentingnya peran beras baik dari sisi permintaan maupun penawaran, beras telah dianggap sebagai komoditas politik. Sampai saat permasalahan dalam perberasan Indonesia dalam kondisi yang memprihatinkan. Indonesia walaupun termasuk negara produsen beras terbesar ketiga setelah China dan India, namun dalam segi impor tergolong negara pengimpor terbesar.

Sementara itu kondisi petani beras dicirikan dengan : (a) skala kecil, (b) modal terbatas, (c) teknologi sederhana, (d) sangat dipengaruhi musim, (e) wilayah pasarnya lokal, (f) umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinnya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi), (g) akses terhadap kredit, teknologi, dan pasar sangat rendah, (h) rendahnya penanganan pasca panen dan mutu produk dan (i) lemahnya posisi tawar petani.Berdasarkan kenyataan tersebut, maka kebijakan perberasan tidak saja dituntut mampu meningkatkan produksi, namun dituntut juga memperbaiki kesejahteraan petani.

Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya telah menjalin cukup banyak kerjasama di bidang ketahanan pangan, salah satunya adalah dengan Bulog. Saat ini Bulog meluncurkan program baru yaitu Bulog Onfarm. Program ini dimaksudkan untuk mengintervensi ketahanan pangan langsung pada pelaku produksi di akar rumput yaitu petani dan kelompok tani.  Sinergis dengan program-program tersebut, berbagai ihtiar para formulator kebijakan sudah sampai pada tahapan implementasi di tingkat mikro. Balitbang Kementan meluncurkan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Namun bagaimanapun semua program perlu dikaji tindak serta selalu dimonitoring pada level operasional. Begitupun berbagai wacana dan gagasan akademik ini menjadi sangat penting untuk disosialisasikan terutama kepada mahasiswa. Alasan terpenting yang melatarbelakanginya tentu saja sebab di pundak merekalah tanggung jawab memberi makan dunia kelak akan berada.

Berikut beberapa dokumen akademik yang relevan dengan tema di atas. Mahasiswa dapat mengunduh materi-materi berikut sebagailearning resources.

Kebijakan Revitalisasi Penggilingan Padi

20120704-Manajemen dan Distribusi Stok Beras BULOG

Read more…

Indikator Unsustainable Agriculture

November 19th, 2012 No comments

Perjalanan supervisi magang kerja ke TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru),  adalah salah satu perjalanan lapang tersulit tahun ini bagi saya, terutama karena medan yang sangat buruk dan jauh yang harus ditempuh. Jumlah mahasiswa Program Studi Agribisnis ada dua orang. Cukup bangga sebab masih ada mahasiswa yang punya idealisme untuk secara langsung turun lapang. Beberapa foto di bawah ini merupakan oleh-oleh perjalanan lapang dan sedikitnya dapat memberikan gambaran situasi pertanian, terkait dengan indikator pertanian yang tidak sustainable.

Laporan magang kerja yang telah dilakukan oleh mahasiswa menyatakan bahwa usahatani hortikultura yang dilakukan oleh petani setempat sama sekali tidak memperhatikan aspek konservasi lahan. Petani setempat melakukan budidaya hortikultura tanaman semusim tanpa membuat sarana prasarana pencegah erosi baik air maupun angin.

Read more…

Sinopsis Perjalanan Lapang: Sustainable Agriculture

November 19th, 2012 No comments

Sistem pertanian berlanjut merupakan sistem pertanian yang layak secara ekonomi dan ramah lingkungan, yang dicapai melalui optimalisasi faktor biotik dan abiotik dalam agroekosistem. Di tingkat bentang lahan pengelolaannya difokuskan pada pemanfaatan biodiversitas tanaman pertanian dalam mempertahankan pollinator, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, hidrologi (kuantitas dan kualitas air) dan mengurangi emisi karbon. Banyak macam penggunaan lahan yang tersebar di seluruh bentang lahan, yang mana komposisi dan sebarannya beragam tergantung pada beberapa faktor antara lain iklim, topografi, jenis tanah, vegetasi dan kebiasaan serta adat istiadat masyarakat yang ada disekelilingnya. Selama kuliah, mahasiswa mempelajari tentang beberapa indikator kegagalan pertanian berlanjut baik dari segi ekonomi, biofisik dan sosial. Guna meningkatkan pemahaman mahasiswa akan dasar-dasar konsep pertanian berlanjut di daerah tropis dan penerapannya di tingkat lanskap maka pengenalan pengelolaan bentang lahan yang terpadu di bentang lahan sangat perlu dilakukan.

Isu-isu tentang krisis pangan sebagai dampak levelling off produktivitas sektor pertanian sebagai penghasil pangan dewasa ini telah berkembang menjadi tidak saja krisis pangan namun mulai menampakkan efek domino hingga pada level pengambil keputusan. Berikut ini diunggah sejumlah artikel bagi para pemerhati, dan mereka yang memiliki keprihatinan sama pada keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu elemen biologis terpenting untuk menyangga kehidupan komunitas manusia di muka bumi ini.

Materi Ekonomi Lingkungan

Read more…

Mengenal Struktur Pasar

November 19th, 2012 No comments

Pasar memfasilitasi transfer pemilikan suatu barang atau jasa dari satu pihak ke pihak lainnya. Setiap kali pemilikan atas suatu barang atau jasa dipindahtangankan, selalu terjadi penetapan harga. Dalam analisis keseimbangan pasar dikenal konsep harga keseimbangan yang memungkinkan unit marginal produk terakhir yang dipasok ke pasar dijual pada level yang sama dengan kesediaan konsumen untuk membayarnya. Solusi keseimbangan semacam ini hanya dapat dicapai pada kondisi pasar persaingan murni dan atau sempurna. Namun demikian kondisi pasar persaingan murni atau sempurna ini mensyaratkan sejumlah asumsi yang sangat ketat. Dengan kata lain konsep pasar persaingan murni atau sempurna merupakan gambaran ideal bekerjanya mekanisme pasar. Akan tetapi dalam kondisi riil, struktur pasar khususnya pasar produk-produk pertanian tidak berlangsung di bawah asumsi persaingan sempurna. Oleh karena itu selain struktur pasar persaingan sempurna dikenal beberapa struktur pasar lainnya yaitu monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Monopoli dan monopsoni merupakan struktur pasar yang sangat dekat dengan gambaran umum pasar produk-produk pertanian masaran formal yang menangani produk-produk ekspor atau secara langsung dijual pada industri pengolah bahan pangan. Dalam pasar semacam ini, sebelum sampai ke konsumen akhir produk pertanian ditransformasikan melalui teknik-teknik prosesing industri pangan. Dengan demikian permintaan langsung terhadap produk-produk pertanian berasal tidak saja dari permintaan rumahtangga namun terutama dari berbagai perusahaan dan industri serta organisasi pemasaran formal sebagaimana tersebut di atas.

Pada umumnya dalam analisis pasar diasumsikan terjadi transaksi langsung antara produsen (petani) dengan konsumen akhir bahan pangan. Kasus ini masih dapat dijumpai di negara-negara ke tiga, namun sejalan dengan transformasi pertanian subsisten menjadi agroindustri proporsi produk pertanian yang dijual dengan cara langsung semakin kecil. Sebagian besar produk pertanian dijual pada pedagang besar dan  organisasi-organisasi pemasaran formal yang menangani produk-produk ekspor atau secara langsung dijual pada industri pengolah bahan pangan. Dalam pasar semacam ini, sebelum sampai ke konsumen akhir produk pertanian ditransformasikan melalui teknik-teknik prosesing industri pangan. Dengan demikian permintaan langsung terhadap produk-produk pertanian berasal tidak saja dari permintaan rumahtangga namun terutama dari berbagai perusahaan dan industri serta organisasi pemasaran formal sebagaimana tersebut di atas.

 Untuk dapat memahami struktur pasar bagi produk-produk pertanian mula-mula akan dikemukakan beberapa konsep dasar dalam struktur pasar persaingan dilanjutkan dengan konsep struktur pasar spesifik yang lebih mendekati karakteristik struktural pasar produk-produk pertanian dan bahan pangan. Mahasiswa disarankan membuka kembali catatan kuliah pada mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian untuk memberikan review singkat konsep permintaan dan penawaran produk pertanian dan teori struktur pasar.

Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags:

LECTURE NOTE 4

November 19th, 2012 No comments

Karakteristik harga produk pertanian khususnya yang dipasarkan dalam bentuk fresh product dipengaruhi dalam banyak hal oleh karakteristik produk pertanian sebagaimana telah dipelajari pada bahan kajian sebelumnya. Namun pasar bukan obyek yang steril dari pengaruh eksternal. Pasar modern dalam kondisi yang telah berkembang dewasa ini, berperilaku sangat kompleks. Sebagaimana para ekonom meyakini, pasar telah berkembang dari terminologi fisik menjadi bentuk-bentuk yang beragam dan lebih substantif. Pasar adalah bertemunya kekuatan permintaan dan penawaran.Untuk itu  penting bagi mahasiswa S1 Program Studi Agribisnis untuk mempelajari prinsip-prinsip teoritis permintaan dan penawaran produk pertanian, sebelum mengkaji secara mendalam perilaku harga produk pertanian.

bab 4 Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags:

LECTURE NOTE 2

November 13th, 2012 No comments

Pada lecture note kedua yang saya unggah di bawah ini, dapat dipelajari beberapa pendekatan dalam mempelajari aspek pemasaran dalam pertanian. Sebagai salah satu contoh adalah pendekatan komoditas. Marilah kita pilih satu komoditas pertanian sebagai kasus: tebu dan gula. Tebu adalah commercial crops, ditanam oleh petani dengan mengikuti pola permintaan turunan (derived demand function) sebab tebu adalah bahan baku utama gula pasir. Tebu bukan tanaman pangan, artinya hasil panen tebu harus dijual. Pilihan petani tebu adalah menjualnya ke pabrik gula (PG) atau ke pabrik gula merah tradisional. Dari aspek produksi, tebu merupakan sub sistem on farm yang terdistegrasi vertikal dengan agroindustri pengolahnya yaitu PG. PG memiliki pabrik gula sebagai aset. Di sisi lain petani memiliki lahan dan tenaga kerja sebagai sumberdaya produktif potensial. Cukup kompleks permasalahan tebu, sebab 80 persen PG di Indonesia berlokasi di pulau Jawa di mana lahan merupakan kendala utama pengembangan sektor pertanian. Dilaporkan secara statistik, pemilikan lahan tebu oleh petani adalah sangat kecil. Kecilnya lahan, minimnya modal usahatani, dan struktur agroindustri yang tidak terintegrasi secara vertikal menempatkan permasalahan pemasaran hasil panen tebu sebagai jantung permasalahan utama penyebab keterpurukan pergulaan Indonesia, yang hingga saat ini belum mampu berswasembada. Kiranya wacana akademik dan berbagai diskusi dapat dikembangkan dari materi ini. Sebagai dasar teori materi lecture note berikut dapat diunduh.

bab2 Read more…

LECTURE NOTE 1

November 13th, 2012 No comments

Lecture note berikut dapat diunduh sebagai materi pembelajaran pertama pada mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian. Sebagaimana telah didiskusikan pada post lain pada kategori Ilmu Amaliah, sub kategori Agroniaga sangat penting dipahami ruang lingkup bahan kajian pada mata kuliah ini. Mengingat keluasan dan kedalaman bahan kajian yang harus dipelajari selama satu semester, mahasiswa diharapkan dapat secara serius memperkaya learning resource. Pada post-post berikutnya saya akan tautkan beberapa link penting yang dapat diakses sebagai learning resources.

bab1 Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags: