Archive

Archive for the ‘AGRONIAGA’ Category

Mengenal Struktur Pasar

November 19th, 2012 No comments

Pasar memfasilitasi transfer pemilikan suatu barang atau jasa dari satu pihak ke pihak lainnya. Setiap kali pemilikan atas suatu barang atau jasa dipindahtangankan, selalu terjadi penetapan harga. Dalam analisis keseimbangan pasar dikenal konsep harga keseimbangan yang memungkinkan unit marginal produk terakhir yang dipasok ke pasar dijual pada level yang sama dengan kesediaan konsumen untuk membayarnya. Solusi keseimbangan semacam ini hanya dapat dicapai pada kondisi pasar persaingan murni dan atau sempurna. Namun demikian kondisi pasar persaingan murni atau sempurna ini mensyaratkan sejumlah asumsi yang sangat ketat. Dengan kata lain konsep pasar persaingan murni atau sempurna merupakan gambaran ideal bekerjanya mekanisme pasar. Akan tetapi dalam kondisi riil, struktur pasar khususnya pasar produk-produk pertanian tidak berlangsung di bawah asumsi persaingan sempurna. Oleh karena itu selain struktur pasar persaingan sempurna dikenal beberapa struktur pasar lainnya yaitu monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Monopoli dan monopsoni merupakan struktur pasar yang sangat dekat dengan gambaran umum pasar produk-produk pertanian masaran formal yang menangani produk-produk ekspor atau secara langsung dijual pada industri pengolah bahan pangan. Dalam pasar semacam ini, sebelum sampai ke konsumen akhir produk pertanian ditransformasikan melalui teknik-teknik prosesing industri pangan. Dengan demikian permintaan langsung terhadap produk-produk pertanian berasal tidak saja dari permintaan rumahtangga namun terutama dari berbagai perusahaan dan industri serta organisasi pemasaran formal sebagaimana tersebut di atas.

Pada umumnya dalam analisis pasar diasumsikan terjadi transaksi langsung antara produsen (petani) dengan konsumen akhir bahan pangan. Kasus ini masih dapat dijumpai di negara-negara ke tiga, namun sejalan dengan transformasi pertanian subsisten menjadi agroindustri proporsi produk pertanian yang dijual dengan cara langsung semakin kecil. Sebagian besar produk pertanian dijual pada pedagang besar dan  organisasi-organisasi pemasaran formal yang menangani produk-produk ekspor atau secara langsung dijual pada industri pengolah bahan pangan. Dalam pasar semacam ini, sebelum sampai ke konsumen akhir produk pertanian ditransformasikan melalui teknik-teknik prosesing industri pangan. Dengan demikian permintaan langsung terhadap produk-produk pertanian berasal tidak saja dari permintaan rumahtangga namun terutama dari berbagai perusahaan dan industri serta organisasi pemasaran formal sebagaimana tersebut di atas.

 Untuk dapat memahami struktur pasar bagi produk-produk pertanian mula-mula akan dikemukakan beberapa konsep dasar dalam struktur pasar persaingan dilanjutkan dengan konsep struktur pasar spesifik yang lebih mendekati karakteristik struktural pasar produk-produk pertanian dan bahan pangan. Mahasiswa disarankan membuka kembali catatan kuliah pada mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian untuk memberikan review singkat konsep permintaan dan penawaran produk pertanian dan teori struktur pasar.

Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags:

LECTURE NOTE 4

November 19th, 2012 No comments

Karakteristik harga produk pertanian khususnya yang dipasarkan dalam bentuk fresh product dipengaruhi dalam banyak hal oleh karakteristik produk pertanian sebagaimana telah dipelajari pada bahan kajian sebelumnya. Namun pasar bukan obyek yang steril dari pengaruh eksternal. Pasar modern dalam kondisi yang telah berkembang dewasa ini, berperilaku sangat kompleks. Sebagaimana para ekonom meyakini, pasar telah berkembang dari terminologi fisik menjadi bentuk-bentuk yang beragam dan lebih substantif. Pasar adalah bertemunya kekuatan permintaan dan penawaran.Untuk itu  penting bagi mahasiswa S1 Program Studi Agribisnis untuk mempelajari prinsip-prinsip teoritis permintaan dan penawaran produk pertanian, sebelum mengkaji secara mendalam perilaku harga produk pertanian.

bab 4 Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags:

LECTURE NOTE 2

November 13th, 2012 No comments

Pada lecture note kedua yang saya unggah di bawah ini, dapat dipelajari beberapa pendekatan dalam mempelajari aspek pemasaran dalam pertanian. Sebagai salah satu contoh adalah pendekatan komoditas. Marilah kita pilih satu komoditas pertanian sebagai kasus: tebu dan gula. Tebu adalah commercial crops, ditanam oleh petani dengan mengikuti pola permintaan turunan (derived demand function) sebab tebu adalah bahan baku utama gula pasir. Tebu bukan tanaman pangan, artinya hasil panen tebu harus dijual. Pilihan petani tebu adalah menjualnya ke pabrik gula (PG) atau ke pabrik gula merah tradisional. Dari aspek produksi, tebu merupakan sub sistem on farm yang terdistegrasi vertikal dengan agroindustri pengolahnya yaitu PG. PG memiliki pabrik gula sebagai aset. Di sisi lain petani memiliki lahan dan tenaga kerja sebagai sumberdaya produktif potensial. Cukup kompleks permasalahan tebu, sebab 80 persen PG di Indonesia berlokasi di pulau Jawa di mana lahan merupakan kendala utama pengembangan sektor pertanian. Dilaporkan secara statistik, pemilikan lahan tebu oleh petani adalah sangat kecil. Kecilnya lahan, minimnya modal usahatani, dan struktur agroindustri yang tidak terintegrasi secara vertikal menempatkan permasalahan pemasaran hasil panen tebu sebagai jantung permasalahan utama penyebab keterpurukan pergulaan Indonesia, yang hingga saat ini belum mampu berswasembada. Kiranya wacana akademik dan berbagai diskusi dapat dikembangkan dari materi ini. Sebagai dasar teori materi lecture note berikut dapat diunduh.

bab2 Read more…

LECTURE NOTE 1

November 13th, 2012 No comments

Lecture note berikut dapat diunduh sebagai materi pembelajaran pertama pada mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian. Sebagaimana telah didiskusikan pada post lain pada kategori Ilmu Amaliah, sub kategori Agroniaga sangat penting dipahami ruang lingkup bahan kajian pada mata kuliah ini. Mengingat keluasan dan kedalaman bahan kajian yang harus dipelajari selama satu semester, mahasiswa diharapkan dapat secara serius memperkaya learning resource. Pada post-post berikutnya saya akan tautkan beberapa link penting yang dapat diakses sebagai learning resources.

bab1 Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah, starts small! Tags:

PEMASARAN HASIL PERTANIAN

November 12th, 2012 No comments

Pemasaran Hasil Pertanian merupakan salah satu mata kuliah dalam kurikulum pra KBK yang tetap dipertahankan. Mata kuliah ini secara resmi dikelola oleh Laboratorium Ekonomi Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian FP UB. Sebelumnya selain mata kuliah Pemasaran Hasil Pertanian kurikulum lama juga menawarkan mata kuliah Manajemen Pemasaran (Marketing Management). Pendekatan pemasaran hasil pertanian dari aspek bahan kajian lebih banyak difokuskan pada produk pertanian yang dipasarkan dalam bentuk fresh product. Fresh agriculture product, sebagaimana banyak dicitrakan baik secara teoritik maupun empirik, merupakan produk yang memiliki cukup banyak kelemahan, di antaranya mudah rusak alias mudah busuk. Tanpa penangangan dan pengolahan pasca panen yang tepat hampir semua produk pertanian tidak dapat disimpan lama. Kelemahan yang lain adalah produk ini bersifat voluminous. Kita dapat membayangkan perhiasan emas seharga Rp 10 juta tentunya dapat diwujudkan sebagai seuntai kalung atau sebentuk cincin permata. Produk pertanian, katakanlah salak seharga Rp 10 juta, sebagai perbandingan tentu tidak dapat disimpan dalam safe deposit box atau diselipkan di jari manis. Perlu gudang untuk menyimpan buah salak seharga Rp 10 juta. Hal ini berarti biaya simpan, belum lagi biaya-biaya lain yang harus dialokasikan selama buah salak tersebut belum dikonsumsi. Produk pertanian secara umum dikenal sebagai produk musiman. Hal ini terkait dengan proses biologis sebagai aktivitas produksi pertanian. Dampaknya adalah terjadinya fluktuasi jumlah dan harga musiman di pasar produk pertanian. Pemasaran hasil pertanian dengan demikian menjadi bidang kajian yang sangat kompleks.

Marketing management di sisi lain, mempelajari aspek pemasaran dari sisi yang berbeda. Fokus kajian lebih ditekankan pada upaya-upaya mengelola pasar produk pertanian melalui marketing mix. Marketing management menurut pendapat saya memiliki area kajian yang lebih luas, sebab tidak saja dapat diimplementasikan pada fresh agriculture product namun termasuk processed agriculutre product. Dari pisang hingga menjadi keripik pisang, dan pisang olahan lain sampai pada konsumen terentang mata rantai yang sungguh panjang dengan banyak pelaku pada setiap level nilai tambah yang dihasilkan.

Pada titik ini, pertanian lebih sesuai dipotret dengan pendekatan sistem agribisnis, yang sebagaimana diketahui terdiri dari setidaknya empat sub sistem yaitu agroindustri hulu, on farm sub system, agroindustri hilir dan sub sistem penunjang (termasuk di dalam sub sistem ini pemasaran pertanian).

Erat kaitannya dengan kedalaman dan keluasan bahan kajian pemasaran hasil pertanian, 3 sks terasa tidak cukup untuk membidik semua learning outcome yang harus dikuasai oleh lulusan Program Studi Agribisnis. Namun sekali lagi, dengan 144 jumlah total sks yang harus diselesaikan pada level strata 1, cukup merepotkan bila bahan kajian ini harus diselenggarakan dalam mata kuliah yang berbeda. Selain itu aspek pemasaran agribisnis seharusnya menjadi mata kuliah integrasi dengan bahan kajian lintas laboratorium. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat memiliki perspektif yang lengkap baik ekonomi pertanian maupun manajemen agribisnis berikut aspek policy yang tak dapat dipisahkan dari praktek pasar. Read more…

Categories: AGRONIAGA, starts small! Tags:

PEMASARAN HASIL PERTANIAN

February 7th, 2012 No comments

Mata kuliah PEMASARAN HASIL PERTANIAN, merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa Program Studi Agribisnis pada semester 3. Sebagaimana diketahui pemasaran hasil pertanian memegang peran penting sebagai penghela sukses usahatani, tak peduli apapun komoditas yang dibudidayakan oleh petani. Semester ini saya mencoba merancang pembelajaran dengan pendekatan project based learning, di mana mahasiswa saya tugaskan membuat film-film pendek dan mini tabloid tentang pemasaran aneka komoditas pertanian. Ternyata hasilnya cukup mengejutkan, menggembirakan. Semoga hal ini menjadi semangat baru yang dapat terus dieksplorasi.

Beberapa contoh karya mereka dapat diunduh di bawah ini:

telo ungu

  Read more…

Categories: AGRONIAGA, Ilmu Amaliah Tags:

AGRONIAGA: Pasar Produk Pertanian

Pada semester ganjil 2009-2010 ini saya mendapat distribusi mengajar tata niaga atau pemasaran produk pertanian. Meski menurut pendapat sebagian pakar, nama mata kuliah telah diatur sesuai nomenklatur yang berlaku tidak saja secara nasional namun bahkan internasional, saya termasuk orang yang tidak terlalu mempersoalkan hal ini. Bagi saya adalah jauh lebih penting esensi pembelajaran dan outcomes yang akan dicapai dalam prosesnya yaitu kompetensi.

Saya sudah beberapa tahun mengampu mata kuliah ini. Saat ini dengan semangat SCL (student centered learning) ada kewajiban moral yang lebih berat bagi saya terutama untuk menyediakan materi pembelajaran yang berkualitas. Tentu saja saya tidak dapat memberikan komitmen lebih dari I will do my best. Jadi mohon dimaafkan bila postingan materi pembelajaran di blog ini masih jauh dari memadai. Saya sangat berharap banyak kontributor dapat menautkan sumber pembelajaran lain yang dapat memperkaya literatur elektronik ini.

Buat mahasiswa yang kebetulan bergabung di kelas saya, kontrak kuliah dan beberapa informasi penting terkait proses belajar mengajar dapat Anda unduh di bawah ini:

kontrak-kuliah-tata niaga pertanian

materi-1 tata niaga pertanian

materi-2-tata niaga pertanian

materi-3-tata niaga pertanian

materi-4-tata niaga pertanian

materi-5-tata niaga pertanian