Archive

Archive for the ‘EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN’ Category

Perkuliahan Ekonomi Produksi Pertanian Semester Genap 2012-2013

February 23rd, 2013 No comments

Bunga Kopi Arabika1Materi perkuliahan untuk mata kuliah Ekonomi Produksi Pertanian telah cukup lengkap diunggah di e-learning. Mahasiswa diwajibkan untuk mengunduh materi-materi perkuliahan tersebut. Secara umum, materi perkuliahan pada paruh semester pertama (sebelum UTS) dikembangkan berdasarkan buku teks karya David L Debertin dengan pendekatan grafis-matematis. Oleh karena itu bekal awal penguasaan matematika ekonomi dan ekonomi mikro akan sangat membantu proses belajar.

Beberapa pakar ekonomi menganalogikan produksi sebagai black box. Sejauh yang kita ketahui, black box adalah salah satu perangkat dari mesin pesawat terbang yang selalu dicari-cari sebagai barang bukti bila ada insiden kecelakaan pesawat terbang. Black box menyimpan informasi penting yang relevan. Informasi tersebut lazimnya merupakan data tentang detik-detik peristiwa menjelang kejatuhan sebuah pesawat terbang. Black box juga dikenal sebagai properti tukang sulap atau magician. Kita tidak pernah bisa menebak dengan pasti apa yang akan keluar dari kotak hitam sang pesulap. Apakah saputangan warna-warni, atau kelinci, merpati, balon, bunga… Semua tergantung pada selera sang pesulap. Demikian pula proses produksi. Dari input atau bahan mentah yang sama, misalnya tepung terigu telur, minyak, gula dan pisang, seseorang bisa membuat pisang goreng, sementara yang lain mengolahnya menjadi kue pisang molen, bolu pisang, atau dadar gulung isi pisang. Semua tergantung pada formula produksi atau resep yang digunakan untuk mengolahnya. Dengan analogi yang sama, kita dapat memahami bagaimana proses produksi pertanian juga merupakan misteri kotak hitam.

Beragam produk pertanian dikembangkan di Indonesia. Sebagai negara dengan biodiversitas terbesar di dunia, Indonesia kaya potensi pertanian. Tak dapat dipungkiri, peran pertanian dalam perekonomian Indonesia masih sangat dominan. Meski demikian, dalam beberapa dekade, pertanian Indonesia hanya mengalami pertumbuhan tanpa perkembangan yang berarti. Produktivitas berbagai komoditas pertanian yang dibudidayakan di Indonesia telah menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Sayang bahwa surplus produksi pertanian yang telah dihasilkan tidak mendorong diferensiasi fungsional dalam produksi pertanian. Indonesia hingga saat ini masih lebih banyak mengekspor biji coklat fermentasi meski sudah ada upay mengembangkan produk dalam bentuk coklat bubuk, pasta coklat ,chocolate coating, bahkan chocolate bar dan 3 in 1 coklat krimer.

Meskipun bagaimana stragegi product development bukan merupakan bahan kajian ekonomi produksi pertanian, banyak penelitian membuktikan bahwa kelemahan pada sistem produksi onfarm merupakan salah satu penyebab rendahnya nilai tambah yang diperoleh petani dan komunitas pertanian Indonesia pada umumnya.  Sebagai contoh kasus komoditas kopi. Indonesia dikenal sebagai produsen kopi spesialti termasyhur di dunia.  Tak terhitung ragam kopi spesialti yang sudah dikenal pasar internasional, seperti kopi luwak, kopi bali dancer, kopi Sidikalang, kopi Toraja dsb. Namun hingga saat ini petani kopi Indonesia belum menikmati nilai tambah tambah yang layak dari totalitas rantai nilai produk kopi yang mungkin diciptakan. Konon penyebabnya adalah lemahnya implementasi good agriculture practices yang selanjutnya dituding sebagai alasan di balik rendahnya kualitas komoditas pertanian Indonesia.

Indonesia adalah negara tropis, dengan potensi pertanian yang luar biasa. Akan tetapi gambaran  ini tidak seindah warna aslinya. Di Indonesia kita mengenal dua karakter sistem produksi onfarm yang antagonistik yaitu perusahaan pertanian dan pertanian rakyat atau pertanian tradisional berskala kecil. Disebut sebagai pertanian rakyat berskala kecil sebab petani memiliki lahan yang sangat sempit, lemah dari aspek permodalan, informasi dan akses pasar. Kondisi ini memaksa mereka bertani apa adanya, jauh dari apa yang diistilahan sebagai good agriculture praktices.

imagesSingkat kata, sebagai unit produksi biologis primer, pertanian memiliki banyak permasalahan yang kompleks. Hal -hal inilah yang lebih kurang akan dipelajari dalam satu semester ke depan. Modul perkuliahan Ekonomi Produksi Pertanian saya upload pada page lecture note, Anda dapat klik Ekonomi Produksi Pertanian Read more…

Ringkasan Materi Kuliah Ekonomi Produksi Pertanian

November 20th, 2009 2 comments

Berikut ini, dapat diunduh ringkasan materi kuliah ekonomi produksi pertanian sebagai bahan bacaan.

ringkasan materi kuliah ekonomi produksi pertanian

EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN

July 13th, 2009 6 comments

Pada semester genap 2009-2010 ini materi pembelajaran mata kuliah Ekonomi Produksi Pertanian  dapat diakses di

  1. http://tatiek.lecture.ub.ac.id dan
  2. http://lecture.ub.ac.id/dwiastuti.

Pada pertemuan perdana yang dimulai hari ini, tanggal 13 Juli 2009, akan diberikan outline perkuliahan dan beberapa aturan. Modul pertama berikut ini sudah dapat Anda download untuk dipelajari.

Materi pembelajaran 1

ekonomi-produksi-pertanian-1

modul-pembelajaran

Materi pembelajarn 2 dan 3 dirujuk dari buku Agricultural Production Economics karangan Debertin. Versi bahasa Indonesia telah saya transliterasikan dan dapat diunduh di bawah ini:

debertin2

debertin3

debertin4


Hand out materi perkuliahan EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN  dari Dr. Ir. Rini Dwiastuti, MS dapat didown load di bawah ini

Hubungan input-output: kasus 1 input variabel

max-profit-satu-input

biaya-penerimaan-profit

produksi-dg-2-input

maksimisasi-2-input

maksimisasi-terkendala

maksimisasi-terkendala-lanjutan

skala-ekonomi-elastisitas-substitusi

produksi-lebih-dr-2-input

maksimisasi-2-output

dua-output-dua-input

permintaan-input