Archive

Archive for the ‘Magang Kerja Prodi Agribisnis’ Category

Catatan Perjalanan Lapang: Overview

September 22nd, 2012 No comments

Puslit Koka  Jember, bagi saya telah mampu tampil dengan pencitraan publik yang mengesankan. Kantor yang bersih dan modern, unit laboratorium yang canggih, kinerja yang baik sesuai dengan Standard Operational Procedure tampak telah menjadi komitmen institusi ini. Tahun lalu mahasiswa Prodi Agribisnis yang berminat melaksanakan magang kerja di Puslit Koka tidak sebanyak tahun ini. Saat itu, Puslit Koka menugaskan Dr. Surip sebagai pembimbing lapang. Saya sempat berdiskusi langsung pada kesempatan supervisi tahun lalu. Dari beliau pulalah, saya pada awalnya mengenal langsung profil institusi ini. Tak kurang kontribusi Puslit Koka telah mencakup seluruh sub sistem agribisnis. Saat ini di Puslit Koka mahasiswa kita dapat belajar dan berlatih kerja di laboratorium agronomi, lab hama dan penyaki koka, lab tanah dan unit agroindustri hilir yang mengolah kopi dan kakao (koka) menjadi beragam final produk.

Tentang kopi, selalu saya coba membuat perbandingan ilustratif antara potensi kopi specialty Indonesia dan value added yang dinikmati Starbucks dalam bentuk profit. Semoga pertanyaan saya ini, dapat menginspirasi mereka, atau setidaknya mengingatkan mereka untuk mulai menaruh perhatian lebih serius pada upaya-upaya peningkatan value added produk pertanian Indonesia, khususnya kopi. Tentang kakao cerita yang berkembang tidak kalah unik. Theobroma Cacao, ditanam di Indonesia, namun kita lebih mengenal Swiss sebagai negara produsen chocolate bar yang sangat lezat. Padahal dengan sedikit saja investasi dan sentuhan teknologi penanganan dan pengolahan pasca panen, koka dapat memberikan keuntungan berlimpah bagi negara kita.

Kakao dan kopi olahan Puslit Kakao sudah saatnya keluar dari skala laboratorium untuk segera menjajaki peluang komersial yang masih sangat terbuka.

Read more…

Catatan perjalanan lapang

September 21st, 2012 No comments

Supervisi magang kerja mahasiswa tahun ini, saya masih ditugaskan berangkat ke area Jember, Bondowoso dan Situbondo. Ada beberapa mitra magang lama yang harus saya kunjungi kembali namun banyak juga mitra-mitra baru yang sangat potensial. Berangkat Senin 17 September 2012 setelah Audit Mutu Internal oleh PJM UB, mengakhirkan perjalanan kami di Hotel Cendrawasih Jember pada hampir jam 9 malam. Berdua dengan bu Riyanti, perjalanan supervisi saya kali ini, dimulai ke Kebun Renteng, dan dilanjutkan ke Puslit Kopi dan Kakao. Dari dua titik supervisi, kami kembali ke penginapan setelah makan siang karena bu Riyanti harus pulang kembali ke Malang sebab keesokan harinya ada jadwal mengajar ke UB Kediri. Sore hari perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Benih Citra Asia.  Beberapa catatan yang saya tuliskan saya share melalui post-post berikut. Semoga menginspirasi, mengingat betapa sesungguhnya catatan perjalanan lapang ini sangat beragam.

Puslit Koka Jember

Supervisi, magang kerja, puslit koka, Jember

Read more…

Catatan Perjalanan Lapang

Pelaksanaan magang kerja tahun lalu, tampaknya berbeda dengan magang kerja tahun ini. Pertama, jumlah mahasiswa yang dikelola pastinya lebih banyak sebab mahasiswa PS Agribisnis angkatan 2009 memang lebih banyak jumlahnya dibandingkan mahasiswa angkatan 2008. Kedua, mahasiswa angkatan 2009 sudah mulai dikelompokkan berdasarkan minat kajian penulisan skripsi. Pengelompokan ini dibedakan berdasarkan laboratorium yang ada di jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Dengan demikian ada 3 kelompok yaitu mahasiswa yang memilih laboratorium Ekonomi Pertanian, laboratorium Manajemen dan Analisis Agribisnis dan laboratorium Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Dari ketiga laboratorium tersebut, lab Manajemen paling banyak menarik minat mahasiswa. Terbukti sekitar 60 persen mahasiswa angkatan 2009 mendaftar pada lab ini. Lab Ekonomi Pertanian menerima lebih kurang 45 orang mahasiswa saja, berimbang jumlah dengan laboratorium Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat (KPM). Hal ini merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji lebih mendalam. Hal ini penting dilakukan oleh Program Studi mengingat, pilihan judul penelitian skripsi seharusnya terkait dengan payung penelitian yang dikembangkan laboratorium.

Salah satu strategi PS Agribisnis FP UB untuk mempersingkat masa studi mahasiswa adalah dengan mengintegrasikan kegiatan magang dan penelitian skripsi. Magang kerja yang dirancang dilaksanakan selama lebih kurang 3 bulan dengan bobot sks 4 diharapkan memberikan ruang dan peluang pada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan situasi kerja dan komunitas agraris yang kelak akan menjadi lingkungan profesional mereka. Berada di lapang selama lebih kurang 3 bulan, sekaligus diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa pada isu-isu aktual seputar agribisnis, dan dapat mengidentifikasi masalah-masalah riil yang dihadapi masyarakat. Singkat kata, sambil magang mahasiswa dapat melakukan survei awal. Jika mereka kreatif dan mampu berkomunikasi dengan baik, bukan tidak mungkin mereka dapat sekaligus membangun jejaring dengan kelompok

tani yang sangat potensial untuk diminta menjadi nara sumber atau responden penelitian.

 

 

MAGANG KERJA

January 5th, 2012 No comments

Kegiatan pertanian dewasa ini sangat dinamis. Perkembangan sektor pertanian sebagai salah satu penyedia lapangan kerja terbesar dan kontributor pendapatan nasional Indonesia terlihat jelas dengan semakin beragamnya pola dan struktur unit usaha berbasis agrokompleks. Dari aspek manajerial, mulai terlihat pergeseran paradigma pertanian konvensional menuju pengelolaan yang berorientasi pada agribisnis. Paradigma ini pada level operasional dicirikan oleh karakteristik sistem yang multidimensional, mencakup sub sistem produksi dari hulu ke hilir, baik di sektor industri primer, sekunder maupun tersier. Kondisi ini menjadi latar belakang yang sangat deterministik khususnya bagi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya  dalam menyusun rancang bangun kompetensi alumninya agar mampu eksis pada sektor agribisnis modern. Untuk itu dalam struktur kurikulum Program Studi Agribisnis berbasis kompetensi yang aktivitas pembelajarannya dirancang berpusat pada mahasiswa, ditetapkan kegiatan magang kerja.

Magang kerja merupakan kegiatan praktek akademik bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di lapang secara mandiri  untuk mengintegrasikan kompetensi yang diperolehnya di bangku kuliah. Dengan demikian mahasiswa sekaligus berpeluang melakukan percepatan penulisan tugas akhir (skripsi) dan lebih awal berkesempatan membina jejaring kerja dengan institusi atau unit usaha di mana magang kerja dilaksanakan.

Magang kerja bagi mahasiswa Program Studi Agribisnis dilaksanakan pada semester VII. Adapun pedoman legal formal kegiatan ini adalah peraturan Rektor Universitas Brawijaya  Nomor 208/PER/2010 tentang Kurikulum Institusional Universitas Brawijaya pasal 4 butir 2 dan 4, tanggal 14 Juli 2010. Fakultas Pertanian kemudian menindaklanjuti peraturan tersebut dengan menerbitkan Pedoman Pendidikan Non Perkuliahan Program Sarjana Agroekoteknologi dan Agribisnis tahun 2010/2011 yang diperkuat dengan Manual Prosedur Pelaksanaan Magang Kerja Program Studi Agroekoteknologi dan Agribisnis (MP.GJM-FP-UB 0040006103).

Pelaksanaan kegiatan magang kerja versi Kurikulum Berbasis Kompetensi di lingkungan FP UB mulai diberlakukan pada mahasiswa angkatan 2008. Dengan demikian pelaksanaan magang kerja tahun 2011 merupakan yang pelaksanaan magang kerja yang pertama kali. Dapat dipahami jika dalam pelaksanaannya tahun ini magang kerja masih belum dapat berlangsung lancar dengan  berbagai kendala operasional. Tindakan korektif untuk perbaikan pengelolaan magang kerja di tahun-tahun mendaatang dinilai sangat penting. Oleh karena itu Pengelola Magang Kerja Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian yang pada tahun ini memberangkatkan 220 orang mahasiswa Program Studi Agribisnis menyusun evaluasi pelaksanaan magang kerja dalam bentuk laporan pertanggungjawaban, dengan harapan pimpinan puncak di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dapat menetapkan kebijakan yang relevan untuk meningkatkan kualitas layanan pada seluruh stakeholder. Read more…