Archive

Archive for the ‘Author’ Category

Kurikulum Berbasis Kompetensi: proses inisiasi!

August 18th, 2009 No comments

UB’s Guest House: 15 Agustus 2009

Hari ini tim KBK FP UB berkesempatan jumpa lagi dengan Pak Endro Tomo. Beliau tetap langsing dan bersahaja. Saya kagum pada beliau karena banyak hal, terutama karena ketenangan dan kedalaman pola pikirnya. Tentu seperti yang saya duga sebelumnya, workshop kurikulum kali inipun masih kental diwarnai perdebatan dan kritik. Bagi saya sendiri perubahan kurikulum dan semua masalah yang ditimbulkan tak banyak memberikan ruang untuk berargumen. Sederhana saja, draft dokumen kurikulum yang sudah diSK menjadi tugas kami, bisa tuntas. Kami merasa sudah bekerja keras, cerdas dan ikhlas,tapi  rasanya pekerjaan ini tak pernah tuntas… (Bekerja keras, wong sudah luamaa sekali, dengan skedul kerja lembur yang gak bisa lagi dihitung jari; bekerja cerdas… lha wong demi KBK kami harus banyak baca dan belajar; kerja ikhlas, wong lebih banyak agenda kerja di luar scheme honor…… Sediiihhhh sekali rasanya menanti kapan proses ini bisa happy ending!)

Saya berangkat dari rumah ke Workshop Kurikulum yang digelar FP UB hanya dengan satu doa: tugas yang diamanahkan pada saya bisa selesai hari ini. Jadi, tentu saja saya mulai kecewa, sedikit emosi ketika mencermati betapa sulitnya critical opinion forum dibangun.

Akhir cerita, pukul 16 lebih, Pak Endro memberikan closing untuk evaluasi proses penataan KBK yang sudah kami rintis sejak dua tahun lalu. Tak seperti biasanya, beliau memutarkan satu klip pendek untuk kami. Mungkin klip film tersebut disuntingnya sendiri. Film pendek berdurasi sekitar dua menit itu, bercerita tentang 4 batang lilin yang putus asa: Lilin pertama bernama PERUBAHAN; lilin kedua bernama IMAN; lilin ketiga bernama CINTA. Ketiga lilin pertama itu padam karena rasa kecewa. Namun lilin keempat, yang karena merasa harus tetap menyala demi menenangkan seorang anak yang takut pada kegelapan, berkata:”Jangan takut, aku akan tetap menyala untukmu, dan selama aku -HARAPAN- tetap menyala, engkau masih bisa menyalakan ketiga lilin lainnya!”

Diam-diam saya menangis, haru! Pesan ini sangat mengena di hati saya. Ketika terkadang rasa lelah menyerang tanpa rasa kasihan. Betapa sulitnya memaknai sebuah perubahan. Betapa besarnya kendala mengubah sebuah paradigma. Tapi seperti kata Pak Endro, perubahan itu sendiri akan abadi…

Belajar adalah berubah! Berubah itu abadi! Maka kita harus belajar sepanjang hayat! Tak hanya untuk to know, tetapi lebih untuk to be, to learn more, and to live together! Seandainya, guru-guru besar kami seluruhnya berkenan menghadiri workshop kemarin, dan tetap berbesar hati untuk tetap tinggal hingga penghujung acara, hingga segenap opini diwacanakan, sampai kesimpulan dibacakan:mungkin membangun kesepahaman akan lebih mudah. Tersentak aku tersadar, mungkin sebagi seorang maha guru (karena kami ini gurunya mahasiswa), kebiasaan berbicara saat mengajar, membuat kami kehilangan kemampuan untuk mendengar dan  menyimak.

Suatu hari nanti saya  percaya akan tiba masanya kita semua sampai ke ujung doa! Harapan ini  masih menyala! Join UB, be the best!

TATIEK KOERNIAWATI ANDAJANI, SP.MP.

Program Studi Agribisnis  FP UB

Tentang persahabatan

Memiliki sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Apa yang kita alami demi sahabat, terkadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menghadapkan kita pada sejumlah cobaan, namun persahabatan sejati mampu mengatasi cobaan itu dan tumbuh bersama dalam kesulitan.

Persahabatan tidak terjalin begitu saja tetapi membutuhkan proses panjang, seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat mempertajam sahabatnya

Persahabatan diwarnai oleh berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur dan disakiti, diperhatikan dan dikecewakan, didengar dan diabaikan, dibantu dan ditolak, namun semua ini tidak pernah disengaja dilakukan dengan tujuan membenci….

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena  rasa kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan jabat tangan, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan agar sahabatnya mau berubah

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha untuk menjaga kesetiaan, bukan hanya pada saat sahabat kita membutuhkan bantuan baru kita memiliki motivasi untuk memberikan perhatian, pertolongan dan simpati namun lebih menekankan inisiatif dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabat kita.

Kerinduannya akan menjadi bagian dari hidup seorang sahabat, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egois

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dihianati sahabatnya. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan, siapa yang berada di samping anda? Siapa yang mendampingi anda saat anda merasa sendiri? Siapa yang ingin bersama anda saat anda justru tak bisa memberikan apa-apa?

MEREKALAH SAHABAT ANDA!

Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam masa kesengsaraan kita mengenali teman-teman kita. Sampaikan pesan persahabatan ini pada semua sahabat Anda!

Categories: Author, starts small! Tags: