Archive

Archive for the ‘Diklat’ Category

Dokumen Akademik tahun 2003

November 19th, 2012 No comments

Pada tahun 2003 tepatnya tanggal 28 Februari hingga 1 Maret di Widya Loka Universitas Brawijaya pernah berlangsung seminar dan lokakarya yang mendatangkan Prof. Bungaran Saragih sebagai nara sumber. Saat itu cukup banyak gagasan ditelurkan pada acara semiloka yang berlangsung. Satu prosiding telah dipublikasikan, deklarasi Perpadi pun disepakati. Saat ini di penghujung tahun 2012, kembali digelar acara seminar dengan topik yang serupa. Menjelang 10 tahun perjalanan wacana akademik sejak dirumuskan pada tahun 2003, masih banyak PR yang belum dikerjakan. Apakah agenda ketahanan pangan dengan beras sebagai tema utama akan benar-benar menjadi the unfinished problems? Sekali lagi mungkin dokumen akademik pada masa itu perlu dibuka kembali sekedar mengingatkan kita semua, menjadi evaluasi dancritical pointsetidaknya untuk kita sebagai insan akademik,ke  mana saja kita selama ini. Kontribusi menjadi hal yang paling penting dipertanyakan!

Berikut ini beberapa materi prosiding yang penting kami unggah kembali untuk menjadi kajian dan perhatian, tampaknya kita sudah cukup banyak berpikir dan berunding, sekarang tindakan menjadi satu-satunya hal yang diperlukan.

A.Suryana Semiloka Perpadi 2003

Nindyowati Semiloka Perpadi 2003 Read more…

International Conference: Environmental Socio-Economic and Health Impacts of Artisanal and Small Scale Mining

February 8th, 2012 No comments

Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada tanggal 7 dan 8 Februari 2012, bertempat di gedung Widya Loka menghelat Seminar Internasional dengan tema Environment  Socio Economic and Health Impacts of Artisanal and Small Scale Mining bekerja sama dengan Universitas Mataram, Massey University, Kerala Agricultural University dan Chinese Academy of Sciences. Dengan peserta yang sangat serius mengikuti seluruh program dari awal hingga akhir )saya memperoleh info dari panitia, kepesertaan juga dibatasi), Widya Loka tampak lengang. Keseluruhan acara , pembicara dan aspek teknis cukup lancar. Namun sekali lagi tampak menyolok ruang yang terlampau besar dan kursi-kursi kosong. Seharusnya panitia memilih lokasi yang lebih tertutup, semacam UB Hotel. Atau setidaknya seminar sepenting ini, juga membuka akses untuk mahasiswa baik S1,S2 maupun S3 dengan tiket seminar diskon.

Saya sendiri mencoba menjadi partisipan. Ucapan terimakasih secara pribadi saya sampaikan kepada kolega saya M.Agus Junaidi yang saat ini sedang melanjutkan studi S3 di Southampton University. Ini pengalaman baru yang cukup menantang. May be next time better.

Tema sosial ekonomi pertanian tak banyak terwakili. Tampaknya hal ini merepresentasikan time allocation kolega dosen di jurusan Sosek masih belum berimbang antara kegiatan mengajar, administrasi proses belajar mengajar, menulis, meneliti dan melakukan pengabdian masyarakat. Bagaimanapun pengalaman dua hari ini akan saya jadikan awal langkah saya untuk lebih ketat memprioritaskan pengembangan ilmu. Read more…

Categories: Diklat, Lokakarya, Seminar, starts small! Tags:

Kurikulum Berbasis Kompetensi: proses inisiasi!

August 18th, 2009 No comments

UB’s Guest House: 15 Agustus 2009

Hari ini tim KBK FP UB berkesempatan jumpa lagi dengan Pak Endro Tomo. Beliau tetap langsing dan bersahaja. Saya kagum pada beliau karena banyak hal, terutama karena ketenangan dan kedalaman pola pikirnya. Tentu seperti yang saya duga sebelumnya, workshop kurikulum kali inipun masih kental diwarnai perdebatan dan kritik. Bagi saya sendiri perubahan kurikulum dan semua masalah yang ditimbulkan tak banyak memberikan ruang untuk berargumen. Sederhana saja, draft dokumen kurikulum yang sudah diSK menjadi tugas kami, bisa tuntas. Kami merasa sudah bekerja keras, cerdas dan ikhlas,tapi  rasanya pekerjaan ini tak pernah tuntas… (Bekerja keras, wong sudah luamaa sekali, dengan skedul kerja lembur yang gak bisa lagi dihitung jari; bekerja cerdas… lha wong demi KBK kami harus banyak baca dan belajar; kerja ikhlas, wong lebih banyak agenda kerja di luar scheme honor…… Sediiihhhh sekali rasanya menanti kapan proses ini bisa happy ending!)

Saya berangkat dari rumah ke Workshop Kurikulum yang digelar FP UB hanya dengan satu doa: tugas yang diamanahkan pada saya bisa selesai hari ini. Jadi, tentu saja saya mulai kecewa, sedikit emosi ketika mencermati betapa sulitnya critical opinion forum dibangun.

Akhir cerita, pukul 16 lebih, Pak Endro memberikan closing untuk evaluasi proses penataan KBK yang sudah kami rintis sejak dua tahun lalu. Tak seperti biasanya, beliau memutarkan satu klip pendek untuk kami. Mungkin klip film tersebut disuntingnya sendiri. Film pendek berdurasi sekitar dua menit itu, bercerita tentang 4 batang lilin yang putus asa: Lilin pertama bernama PERUBAHAN; lilin kedua bernama IMAN; lilin ketiga bernama CINTA. Ketiga lilin pertama itu padam karena rasa kecewa. Namun lilin keempat, yang karena merasa harus tetap menyala demi menenangkan seorang anak yang takut pada kegelapan, berkata:”Jangan takut, aku akan tetap menyala untukmu, dan selama aku -HARAPAN- tetap menyala, engkau masih bisa menyalakan ketiga lilin lainnya!”

Diam-diam saya menangis, haru! Pesan ini sangat mengena di hati saya. Ketika terkadang rasa lelah menyerang tanpa rasa kasihan. Betapa sulitnya memaknai sebuah perubahan. Betapa besarnya kendala mengubah sebuah paradigma. Tapi seperti kata Pak Endro, perubahan itu sendiri akan abadi…

Belajar adalah berubah! Berubah itu abadi! Maka kita harus belajar sepanjang hayat! Tak hanya untuk to know, tetapi lebih untuk to be, to learn more, and to live together! Seandainya, guru-guru besar kami seluruhnya berkenan menghadiri workshop kemarin, dan tetap berbesar hati untuk tetap tinggal hingga penghujung acara, hingga segenap opini diwacanakan, sampai kesimpulan dibacakan:mungkin membangun kesepahaman akan lebih mudah. Tersentak aku tersadar, mungkin sebagi seorang maha guru (karena kami ini gurunya mahasiswa), kebiasaan berbicara saat mengajar, membuat kami kehilangan kemampuan untuk mendengar dan  menyimak.

Suatu hari nanti saya  percaya akan tiba masanya kita semua sampai ke ujung doa! Harapan ini  masih menyala! Join UB, be the best!

TATIEK KOERNIAWATI ANDAJANI, SP.MP.

Program Studi Agribisnis  FP UB