Archive

Posts Tagged ‘holistic learning’

Strategi Menentukan Profil Kompetensi Lulusan Bidang Agrokompleks

Pendidikan di bidang agrokompleks mempunyai peranan yang besar pada sistem pendidikan di Indonesia. Pengetahuan mengenai agrokompleks secara global serta pengaruhnya terhadap pasar lokal maupun internasional merupakan hal penting yang harus diketahui oleh mahasiswa. Adalah menjadi keharusan agar setiap mahasiswa bidang agrokompleks memahami bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam bidang agrokompleks merupakan strategi kunci bagi suatu bangsa untuk menjadi bangsa yang mandiri dan bermartabat, karena bidang agrokompleks berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar umat manusia yaitu pangan dan serat bahkan kebutuhan bioenergi.

Pada abad 21 peningkatan kebutuhan produksi pangan dunia dari tahun ke tahun cenderung terus meningkat. Hal ini terjadi karena pertumbuhan yang pesat dari populasi dunia. Kecenderungan ini mengakibatkan timbulnya masalah yang sangat besar dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan agrokompleks dengan kualitas lingkungan, karena pada kondisi tertentu kegiatan agrokompleks menyebabkan degradasi lingkungan. Untuk mengatasi hal ini diperlukan suatu paradigma baru dalam pendidikan agrokompleks.

Pendidikan bidang pertanian dewasa ini harus merupakan integrasi dari kegiatan agrokompleks, kualitas dan kelestarian lingkungan dan eksplorasi sumberdaya alam untuk mendukung sustainable production agriculture. Dengan demikian perubahan kurikulum pertanian pada semua tingkatan merupakan suatu keharusan. Untuk merealisasikan hal ini diperlukan suatu strategi pendidikan yang inovatif agar dapat menghubungkan berbagai aspek yang terkait. Langkah pertama adalah mengidentifikasi kecenderungan dan arah perubahan bidang pertanian yang telah terjadi maupun yang akan datang.

Lulusan bidang agrokompleks diharapkan mampu mengeksplorasi realitas isu-isu aktual seputar agro environtment. Isu-isu tersebut harus dipertimbangkan dari berbagai aspek sudut pandang, seperti keteknikan, ekonomi, sains, etika, sosial, politik praktis, estetika, sejarah dan sistemik. Untuk itu lulusan bidang agrokompleks dinilai perlu diperkenalkan pada keahlian-keahlian baru terutama dalam bidang environtmental law, environtmental economics and environmental education. Selain itu, penguasaan penggunaan instrumentasi pertanian dan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas, penerapan teknologi informasi, pengembangan pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture), kewirausahaan dan agribisnis, bioteknologi dan genetic engineering, organic farming, controlled environment agriculture, konservasi air dan lahan pertanian merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan bidang agrokompleks. Pentingnya peranan pertanian dalam strategi ketahanan nasional dewasa ini tak dapat diingkari, oleh karena itu lulusan bidang pertanian juga perlu dibekali dengan nilai-nilai kemanusiaan, seperti sosial, ekonomi, budaya dan politik.

Kurikulum yang dikembangkan diharapkan dapat mengantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan hasil-hasil penelitian di lapang maupun laboratorium, dalam rangka menjaga keseimbangan produksi pertanian dengan kelestarian lingkungan dan sumber-sumberdaya alam. Namun demikian karena bidang agrokompleks merupakan bidang yang sangat luas cakupannya, maka hampir tidak mungkin mengharapkan lulusan menguasai semua area ilmu secara mendalam. Untuk itu disarankan agar lulusan bidang agrokompleks mempunyai pemahaman yang luas mengenai pertanian (broad understanding of agriculture), tetapi penekanan pada life long learning competency merupakan suatu prasyarat kompetensi. Di samping itu kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, self directed learning, problem based learning, holistic/systemic approaches, self awareness dan critical reflection, open learning serta penggunaan teknologi informasi merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan profil kompetensi lulusan agar mampu bersaing.